LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Mobile Legends: Bang Bang Professional Indonesia (MPL ID) kembali menjadi sorotan utama dunia eSports Tanah Air pada tahun 2026. Musim demi musim, kompetisi ini tidak hanya menampilkan pertarungan sengit antar tim papan atas, namun juga mengukir sejarah dengan cerita-cerita dramatis yang memikat jutaan penggemar. Dari keberhasilan Team Liquid ID pada Season 14 (S14) hingga kejutan tak terduga di Season 17 (S17), rangkaian peristiwa ini mengukuhkan MPL ID sebagai panggung utama bagi talenta lokal.
Season 14: Team Liquid ID Menjadi Juara
Season 14 berakhir dengan Team Liquid ID mengukuhkan diri sebagai juara setelah menaklukkan RRQ Hoshi pada babak ketujuh. Pertarungan yang berlangsung ketat memperlihatkan strategi tim yang matang dan adaptasi cepat terhadap meta game. Kemenangan ini menambah koleksi trofi MPL ID bagi Team Liquid, sekaligus menandai kebangkitan kembali kekuatan tim setelah beberapa musim sebelumnya berada di posisi menengah.
Season 15: RRQ Hoshi Merebut Posisi Upper Bracket
Pergeseran dinamika terjadi pada Season 15, di mana RRQ Hoshi berhasil mengamankan posisi upper bracket di playoff. Meskipun tidak menjuarai turnamen, pencapaian ini menunjukkan konsistensi tim dalam menyesuaikan taktik dan menjaga performa pada fase reguler. Namun, persaingan semakin ketat, menyiapkan panggung bagi tim-tim baru untuk menguji kemampuan mereka.
Season 17: Persaingan Memuncak dan Kejutan Besar
Season 17 menjadi musim paling menegangkan hingga kini. Pada akhir regular season, ONIC Esports menutup klasemen dengan 13 kemenangan, mengungguli Team Liquid ID yang menempati posisi kedua dengan 10 kemenangan. Kedua tim otomatis lolos ke upper bracket playoff, menegaskan dominasi mereka sepanjang musim.
Namun, drama sesungguhnya datang dari tim-tim tradisional yang selama ini menjadi favorit. RRQ Hoshi, yang sebelumnya dikenal sebagai “Raja dari Segala Raja”, terpuruk ke posisi yang mengancam eksistensinya di fase playoff. Kekalahan tipis 1-2 melawan Alter Ego pada pekan terakhir tidak cukup untuk mengangkat mereka keluar dari zona eliminasi, menjadikan RRQ Hoshi salah satu tim terburuk dalam sejarah MPL ID setelah dua musim beruntun tanpa hasil maksimal.
Alter Ego, runner‑up MPL ID Season 16 dan perwakilan Indonesia di M7 World Championship, juga tidak berhasil melewati batas regular season. Kekalahan 2‑0 melawan Team Liquid ID pada Week 9, diikuti dengan kegagalan mengalahkan RRQ Hoshi (skor 1‑2), menutup perjalanan mereka di musim ini. Kegagalan ini menandai titik balik signifikan bagi organisasi, mengingat ekspektasi tinggi yang selalu melekat pada mereka.
Tim‑Tim yang Berjaya di Playoff S17
- ONIC Esports – Juara reguler dengan 13 kemenangan.
- Team Liquid ID – Posisi runner‑up reguler, melaju ke upper bracket.
- EVOS – Menjamin tiket playoff melalui play‑ins.
- Geek Fam – Mengamankan slot keenam setelah mengalahkan NAVI.
- Bigetron by Vitality – Memperoleh tempat lewat duel melawan EVOS.
- Dewa United – Menyusul dengan performa konsisten hingga akhir.
Format playoff kembali menggunakan sistem hybrid elimination. Empat tim peringkat 3 hingga 6 harus melewati babak play‑ins untuk meraih kesempatan melawan dua tim teratas di upper bracket. Pertarungan antara Bigetron vs EVOS dan Dewa United vs Geek Fam diprediksi menjadi laga paling menegangkan, mengingat sejarah rivalitas dan keinginan masing‑masing tim untuk mencuri trofi MPL ID Season 17.
Implikasi dan Prospek ke Depan
Kegagalan RRQ Hoshi dan Alter Ego menjadi pukulan besar bagi komunitas eSports Indonesia. Kedua tim tersebut selama ini menjadi ikon, sering kali menjadi kandidat kuat untuk gelar juara. Kejutan ini membuka peluang bagi tim‑tim baru seperti Bigetron, EVOS, dan Dewa United untuk menancapkan nama mereka di puncak kompetisi.
Sementara itu, ONIC Esports dan Team Liquid ID kembali menjadi sorotan utama. Dengan catatan kemenangan yang konsisten, mereka tidak hanya menyiapkan strategi untuk mengamankan gelar, namun juga menjadi contoh bagi organisasi lain dalam hal manajemen pemain, analisis meta, dan adaptasi taktis.
Melihat tren kompetisi MPL ID, diperkirakan musim berikutnya akan semakin kompetitif. Tim‑tim yang gagal kali ini kemungkinan akan melakukan restrukturisasi roster, meningkatkan infrastruktur pelatihan, dan menggali talenta baru melalui program akademi. Di sisi lain, tim‑tim yang berhasil lolos ke playoff diprediksi akan memperkuat sinergi internal dan mengeksplorasi strategi inovatif untuk menaklukkan lawan‑lawannya.
Secara keseluruhan, MPL ID 2026 memperlihatkan evolusi yang dinamis dalam ekosistem eSports Indonesia. Dari dominasi Team Liquid ID di S14 hingga drama besar di S17, setiap musim menambah babak baru dalam sejarah kompetisi. Penggemar dapat menantikan aksi-aksi menegangkan di playoff mendatang, sementara organisasi harus terus berinovasi untuk tetap relevan di panggung yang semakin kompetitif.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet