LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Jelang laga krusial di Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia yang dijadwalkan pada 17 Juni, tim asuhan Thomas Tuchel tengah mengukir persiapan intensif melalui serangkaian pertandingan persahabatan. Setelah mengalahkan Selandia Baru 1-0 di Tampa, The Three Lions kini menatap tantangan lebih berat melawan Kroasia, sebuah tim yang dikenal kuat secara taktis dan berpengalaman di level internasional.
Penampilan Inggris melawan Selandia Baru: Kelemahan yang Terlihat
Pertandingan persahabatan melawan Selandia Baru memperlihatkan performa Inggris yang terkesan datar. Hanya Harry Kane yang berhasil mencetak satu-satunya gol, memanfaatkan sundulan cerdas dari umpan melengkung Djed Spence pada tambahan waktu babak pertama. Sementara itu, Marcus Rashford tampil sesekali gemilang, namun keseluruhan lini serang tampak kekurangan kreativitas.
Tuchel pun melakukan perubahan total pada starting 11 di babak kedua, menandakan bahwa timnya masih dalam tahap eksperimen formasi. Pemain bertahan seperti Chris Wood dan Ivan Toney tidak mampu memberikan kontribusi signifikan, sementara gelandang seperti Jordan Henderson berusaha menjaga ritme permainan meski seringkali pilihannya dipertanyakan.
Kekhawatiran Tuchel Menjelang Kroasia
Keberhasilan Kane menjadi satu-satunya titik terang menimbulkan keprihatinan bagi Tuchel. Tanpa striker andalan, Inggris tampak kesulitan menciptakan peluang, bahkan melawan tim peringkat terendah FIFA (85) sekalipun. “Kita harus melindungi Kane secara ekstra, karena beban gol sangat berat di pundaknya,” ujar pundit sepak bola dalam konferensi pers.
Selain itu, performa Ivan Toney yang tidak memuaskan menambah keraguan tentang kedalaman skuad penyerang. Tuchel diprediksi akan mempertahankan susunan inti yang telah terbukti di laga persahabatan melawan Kosta Rika yang dijadwalkan pada Rabu mendatang, namun tetap memantau kebugaran pemain cadangan.
Strategi Menghadapi Kroasia
Kroasia, yang dipimpin oleh Luka Modrić dan Ivan Perišić, dikenal dengan pola permainan menahan bola (possession) dan serangan balik cepat. Untuk menahan tekanan tersebut, Inggris perlu menyeimbangkan lini tengah antara kreativitas dan kestabilan defensif.
- Penguatan Sayap: Memanfaatkan kecepatan Rashford dan Phil Foden untuk membuka ruang pada sisi lapangan, sekaligus menekan bek Kroasia yang cenderung mengandalkan posisi zonal.
- Kontrol Tengah: Jordan Henderson dan Declan Rice harus menjadi motor penggerak, menyalurkan umpan-umpan akurat ke depan serta menutup celah di lini tengah.
- Pertahanan Kuat: Bek tengah seperti Harry Maguire dan John Stones perlu menjaga jarak dan mengantisipasi serangan balik, terutama pada fase transisi.
Faktor Non-Football yang Mempengaruhi
Di luar lapangan, isu-isu administratif juga muncul. Contohnya, pemain Irak Aymen Hussein sempat ditahan selama tujuh jam di bandara AS karena prosedur keamanan yang ketat. Meskipun tidak terkait langsung dengan tim Inggris atau Kroasia, insiden tersebut mengingatkan pentingnya kesiapan logistik dan dokumen perjalanan bagi atlet yang berkompetisi di turnamen internasional.
Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi federasi masing-masing untuk memastikan semua pemain, termasuk staf pendukung, memiliki dokumen lengkap dan mematuhi protokol keamanan negara tujuan.
Harapan dan Prediksi
Menjelang pertemuan dengan Kroasia, harapan terbesar Inggris terletak pada kemampuan Harry Kane untuk memimpin serangan sekaligus menginspirasi rekan-rekannya. Jika Kane berhasil menemukan jaringan dengan bantuan umpan-umpan tajam dari Spence, Wood, atau Foden, peluang Inggris untuk meraih kemenangan akan meningkat signifikan.
Di sisi lain, Kroasia diperkirakan akan mengandalkan pengalaman mereka dalam mengendalikan tempo pertandingan. Kedua tim memiliki potensi mencetak gol, namun keberhasilan akan ditentukan oleh eksekusi taktik dan ketahanan mental saat menghadapi tekanan.
Dengan hanya satu laga persahabatan tersisa sebelum melangkah ke fase grup, Inggris harus memaksimalkan setiap menit latihan, mengasah kerjasama tim, dan memastikan pemain kunci tetap fit. Pertandingan melawan Kroasia bukan sekadar uji coba strategi, melainkan ajang pembuktian kesiapan tim untuk menembus babak selanjutnya.
Jika Inggris mampu mengatasi kelemahan yang terlihat pada laga melawan Selandia Baru dan menampilkan permainan yang lebih terorganisir, mereka berpeluang besar untuk melaju dari grup dan melanjutkan perjalanan menuju gelar juara.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet