LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | San Jose Earthquakes kembali menjadi sorotan utama Liga Major (MLS) setelah mengalami kekalahan dramatis 3-2 melawan FC Dallas pada laga pekan ini di PayPal Park. Gol penentu yang dicetak oleh Sam Sarver pada menit ke-93 membuat tim tuan rumah kehilangan tiga poin penting, memperpanjang masa tanpa kemenangan menjadi empat pertandingan (0-2-2) meski masih berada di puncak klasemen Wilayah Barat bersama Vancouver Whitecaps dengan 29 poin.
Statistik Musim dan Masalah Pertahanan
Sejak dimulainya kompetisi, Earthquakes mencatat rekor impresif 9 kemenangan, 2 hasil seri, dan 3 kekalahan (9-2-3). Tim yang dipimpin pelatih veteran Bruce Arena ini sempat menorehkan pertahanan paling ketat pada dua bulan pertama, hanya kebobolan empat gol dalam sembilan pertandingan liga. Namun, dalam lima pertandingan terakhir, mereka telah kebobolan sepuluh gol, menandakan penurunan tajam pada lini belakang.
Penurunan tersebut sebagian besar dipicu oleh absennya pemain kunci akibat cedera. Striker internasional Timo Werner mengalami cedera pada bagian bawah tubuh setelah laga US Open Cup melawan Minnesota United pada 28 April, sementara gelandang Niko Tsakiris harus menjalani operasi pada otot pangkal paha kanan dan diperkirakan absen selama tiga hingga empat bulan. Kedua pemain tersebut merupakan tulang punggung serangan dan pertahanan tim, sehingga kepergian mereka memaksa Arena menurunkan pemain muda seperti Beau Leroux (22) dan Reid Roberts (22) ke lini utama.
Detail Pertandingan Melawan FC Dallas
Pertandingan dimulai dengan catatan buruk bagi San Jose ketika Beau Leroux melakukan turnover di daerah pertahanan pada menit pertama, memicu gol cepat Patrickson Delgado untuk Dallas. Pada menit ke-49, gelandang pertahanan San Jose, Reid Roberts, gagal menghentikan serangan Petar Musa yang berhasil mencetak gol ke-12 musimnya dengan menembus kotak penalti dan mengalahkan kiper Daniel. Meskipun demikian, Leroux berhasil membalas pada menit ke-19 dengan mencetak gol keduanya musim ini, memberikan harapan bagi tim tuan rumah.
Usaha San Jose kembali menguat pada menit ke-81 ketika Reid Roberts mencetak gol pertamanya di MLS, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tekanan terus meningkat dan pada menit ke-84, Sam Sarver masuk sebagai pengganti, memberikan kecepatan ekstra di lini serang. Pada menit ke-93, setelah menerima umpan dari rekan setim Kaick, Sarver menembus satu lawan kiper Daniel dan menempatkan bola di sudut kiri bawah gawang, mengamankan kemenangan 3-2 untuk Dallas.
Kontroversi VAR dan Reaksi Pelatih
Bruce Arena tidak tinggal diam atas keputusan wasit. Ia mengeluhkan tidak adanya pemeriksaan VAR pada fase penentu tersebut, padahal VAR sempat digunakan untuk meninjau kartu kuning Benji Kikanovic pada menit ke-85. “Penggunaan VAR sangat buruk, seharusnya dipakai pada gol penentu,” ujar Arena dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Ia juga menyoroti potensi pelanggaran sebelum gol Sarver, mengklaim Logan Farrington menurunkan Ronaldo Vieira saat keduanya berjuang merebut bola longgar.
Suasana Penonton dan Momen Beer Chug
Kejadian unik menambah warna pertandingan ketika sebagian penonton melemparkan minuman ke arah pemain Dallas setelah gol penentu. Sarver kemudian mengambil sebuah kaleng bir, meneguknya, dan melemparkannya kembali ke kerumunan, aksi yang kemudian menjadi viral di media sosial. Meskipun aksi tersebut menimbulkan protes dari suporter Earthquakes, pelatih Arena menegaskan bahwa fokus utama tetap pada performa tim.
Pemain Muda dan Penghargaan All-Star
Di tengah dinamika tersebut, beberapa pemain muda menunjukkan kualitas yang patut diacungi jempol. Jamar Ricketts, bek sayap kiri Earthquakes, masuk dalam jajaran pemilihan MLS All-Star sebagai salah satu bek terbaik musim ini, menandakan peran pentingnya dalam membantu tim tetap bersaing di puncak klasemen meski menghadapi krisis cedera.
Dengan jadwal padat menjelang jeda Piala Dunia, Earthquakes harus segera memperbaiki lini pertahanan dan mengoptimalkan kontribusi pemain muda. Jika tim dapat menemukan keseimbangan antara pengalaman dan energi baru, peluang untuk kembali meraih tiga poin di laga berikutnya masih terbuka lebar.
Secara keseluruhan, kekalahan melawan FC Dallas menegaskan betapa pentingnya konsistensi defensif dan keputusan taktis dalam menghadapi tekanan kompetitif MLS. San Jose Earthquakes berada pada persimpangan jalan; keberhasilan mereka akan sangat dipengaruhi oleh pemulihan pemain cedera dan kemampuan menyesuaikan strategi di bawah arahan Bruce Arena.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet