LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Rangers kembali menjadi sorotan utama dalam dunia olahraga pada minggu ini, baik di kancah sepak bola Skotlandia maupun baseball Amerika. Di Ibrox Stadium, tim Rangers Skotlandia menelan kekalahan kedua belas beruntun, sementara di Texas, tim Texas Rangers berhasil memutar kembali hasil pertandingan melawan Arizona Diamondbacks berkat tembakan tunggal penentu pada inning kesembilan. Kedua peristiwa ini menyoroti tekanan yang dialami pelatih, keputusan taktis yang dipertanyakan, serta momen-momen krusial yang menentukan nasib tim.
Kekalahan Menyakitkan Rangers di Liga Skotlandia
Pada 13 Mei 2026, Hibernian (Hibs) menumpangkan kemenangan 2-1 atas Rangers di laga kandang Ibrox. Gol pembuka datang dalam lima menit pertama lewat Martin Boyle, yang menerima umpan silang dari Jordan Obita dan menaklukkan Raphael Sallinger dengan sundulan tajam. Rangers sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-41 melalui tembakan melengkung Thelo Aasgaard dari tendangan bebas, namun kegagalan mencetak gol tambahan membuat tekanan terus menumpuk.
Perubahan taktis yang dilakukan oleh pelatih asal Jerman, Danny Rohl, tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. Ia memperkenalkan Josh Mulligan dan Dane Scarlett pada paruh kedua pertandingan. Scarlett, yang masuk sebagai pengganti, berhasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-89 setelah sebuah umpan silang dari Felix Passlack. Gol tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin bagi Hibs, tetapi juga menandai kekalahan keempat beruntun Rangers – sebuah catatan yang belum terjadi sejak 1983.
- Gol Hibs: Martin Boyle (5′)
- Gol Rangers: Thelo Aasgaard (41′)
- Gol Penentu Hibs: Dane Scarlett (89′)
Selain hasil negatif di liga, kegagalan Rohl menimbulkan kontroversi terkait kapten klub yang legendaris, James Tavernier. Meski menjelang akhir karirnya, Tavernier tidak dipanggil dalam skuad, sehingga ia harus meninggalkan Ibrox tanpa penampilan perpisahan. Keputusan ini menambah beban psikologis pada tim yang sudah berada di zona tekanan.
Tekanan pada Danny Rohl dan Dampak pada Persaingan Gelar
Kekalahan ini bertepatan dengan kemenangan dramatis Celtic melawan Motherwell pada menit tambahan, yang mengunci posisi Celtic di puncak klasemen. Akibatnya, Rangers kini harus berjuang keras melawan tim-tim papan atas seperti Hearts, yang masih memimpin. Jadwal selanjutnya menuntut Rangers menempuh perjalanan ke Falkirk, sebuah laga yang diprediksi sulit mengingat performa menurun dan posisi klasemen yang kini berada di peringkat ketiga.
Para pengamat menilai bahwa Rohl harus segera menyesuaikan taktik, terutama dalam mengoptimalkan lini serang yang tampak kurang tajam. Penyesuaian tersebut termasuk mengembalikan kepercayaan pada pemain muda seperti Aasgaard, serta mencari cara memanfaatkan kecepatan sayap untuk menciptakan peluang lebih banyak.
Kebangkitan Texas Rangers di Liga Baseball
Sementara itu, di Amerika Serikat, Texas Rangers memperlihatkan sisi lain dari nama “Rangers”. Pada 13 Mei 2026, mereka menutup pertandingan melawan Arizona Diamondbacks dengan skor 6-5 berkat tembakan tunggal penentu yang dilakukan oleh Danny Jansen pada inning kesembilan. Jansen berhasil menempatkan bola ke sudut kiri lapangan setelah menerima satu-satunya lemparan dari pitcher Arizona, Juan Morillo.
Rangers sempat berada tertinggal 5-3 pada babak atas, namun serangan balik dimulai lewat RBI double dari Ezequiel Duran dan home run tiga run dari Jake Burger. Pada inning keempat, Arizona kembali memimpin lewat RBI double Nolan Arenado, namun Texas berhasil menyeimbangkan skor berkat dua run tunggal dari Ildemaro Vargas. Setelah perubahan pitcher, Cal Quantrill menahan tekanan dan memberikan kesempatan bagi Jansen menutup pertandingan.
- Skor Akhir: Texas Rangers 6 – Arizona Diamondbacks 5
- Penentu: Danny Jansen (single, inning 9)
- Pitcher Penyelamat: Cal Quantrill (2-0)
Penampilan ini juga menyoroti masalah yang sedang dihadapi oleh shortstop Texas Rangers, Corey Seager, yang mencatat rekor terburuk dalam kariernya dengan tujuh pertandingan berturut-turut tanpa pukulan. Statistik tersebut menambah beban pada lini serang Texas yang harus mencari sumber daya lain untuk mengisi kekosongan tersebut.
Kesimpulan
Kedua tim yang berbagi nama Rangers menghadapi tantangan besar pada minggu yang sama. Di Skotlandia, Rangers harus mengatasi krisis kepemimpinan, keputusan taktis yang dipertanyakan, serta tekanan persaingan gelar yang semakin intens. Di Texas, Rangers menunjukkan ketangguhan dengan comeback dramatis, meski masih menyimpan kekhawatiran atas performa pemain kunci. Kedua cerita menegaskan bahwa dalam dunia olahraga, nama besar tidak menjamin hasil, melainkan memerlukan adaptasi, strategi yang tepat, dan keberanian untuk bangkit kembali.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet