Drama Lapangan: Ahli Aleppo Menang Dramatis di Final Six, Sementara Mohamed Salah Siap Tinggalkan Liverpool ke Arab Saudi
Drama Lapangan: Ahli Aleppo Menang Dramatis di Final Six, Sementara Mohamed Salah Siap Tinggalkan Liverpool ke Arab Saudi

Drama Lapangan: Ahli Aleppo Menang Dramatis di Final Six, Sementara Mohamed Salah Siap Tinggalkan Liverpool ke Arab Saudi

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Dalam dua kabar olahraga yang menggemparkan akhir pekan ini, dunia basket Suriah dan sepak bola internasional sama-sama menjadi sorotan utama. Di Aleppo, Ahli Aleppo berhasil menorehkan kemenangan 93-84 atas Al-Karama pada fase Final Six Liga Basket Pria Suriah, menandai kebangkitan kembali tim tuan rumah di hadapan ribuan penonton di Al-Shahbaa Hall. Sementara itu, kabar transfer megah mengemuka dari Arab Saudi, di mana Mohamed Salah diprediksi akan mengakhiri era panjangnya bersama Liverpool dan beralih ke Al-Ittihad, meski Al-Ahli menyatakan tidak tertarik pada sang bintang.

Kemenangan Ahli Aleppo: Turnamen Basket Suriah Mencapai Puncaknya

Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2026, menyuguhkan aksi basket yang intens dan penuh strategi. Al-Karama memulai laga dengan keunggulan 24-20 pada kuarter pertama, menunjukkan dominasi awal yang mengancam. Namun, Ahli Aleppo tak tinggal diam. Bintang muda Yazan Hariri berhasil memotong selisih skor, menjadikan babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis Al-Karama 44-42 saat jeda istirahat.

Pada kuarter ketiga, Al-Karama kembali menguasai permainan berkat kontribusi Wael Jalilati dan Mikey Dixon, menambah jarak menjadi 67-60. Tekanan kembali meningkat pada kuarter keempat ketika Ahli Aleppo memperkenalkan pemain baru, Mustafa Rashid, yang mencetak tembakan tiga angka penting. Momentum itu memicu serangkaian serangan balik, mengembalikan semangat tim tuan rumah dan mengamankan kemenangan 93-84 di akhir laga.

Kemenangan ini tidak hanya menambah reputasi Ahli Aleppo di kancah basket nasional, tetapi juga meningkatkan antusiasme publik Suriah terhadap olahraga basket, yang selama ini berada di bawah bayang-bayang sepak bola. Penyelenggaraan final ini menegaskan komitmen SANA, badan berita resmi Suriah, dalam mempromosikan olahraga sebagai bagian integral budaya nasional.

Mohamed Salah: Dari Anfield ke Riyadh?

Di belahan dunia lain, spekulasi mengenai masa depan Mohamed Salah semakin menguat. Laporan ESPN mengonfirmasi bahwa Al-Ittihad, klub Arab Saudi yang berbasis di Jeddah, telah membuka kembali pembicaraan untuk mengamankan tanda tangan sang penyerang berusia 33 tahun. Keputusan Salah untuk meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025-2026 menjadi katalisator utama, membuka peluang transfer yang sempat terhenti pada September 2023 ketika tawaran Al-Ittihad ditolak.

Al-Ittihad, yang kini menempati posisi keenam klasemen Liga Pro Arab Saudi, berambisi memperkuat skuad utama menjelang kompetisi regional. Selain Salah, klub juga menargetkan gelandang Casemiro dari Manchester United. Namun, tidak semua klub Arab Saudi terlibat dalam perebutan bintang asal Mesir ini. Al-Hilal, Al-Nassr, dan Al-Ahli secara tegas menyatakan tidak tertarik pada tanda tangan Salah, memilih untuk fokus pada strategi internal masing-masing.

Salah, yang telah mencatat 255 gol bersama Liverpool dan menempati posisi teratas dalam daftar pencetak gol Liga Inggris sepanjang masa dengan 191 gol, menjadi figur krusial bagi tim asal Anfield. Selama delapan tahun berkarier di Liverpool, ia membantu klub mengangkat dua gelar liga Inggris serta satu trofi Liga Champions, serta tiga Piala FA. Kepergian potensialnya menandai akhir era yang penuh prestasi, sekaligus membuka babak baru bagi pemain tersebut di kompetisi Asia.

Sinergi Antara Basket Suriah dan Transfer Sepak Bola Arab Saudi

Meskipun kedua peristiwa tampak tidak berhubungan, keduanya menyoroti dinamika olahraga di Timur Tengah yang semakin kompetitif. Keberhasilan Ahli Aleppo di arena basket menegaskan pentingnya investasi dalam infrastruktur olahraga, sementara aksi pasar transfer di Arab Saudi menunjukkan besarnya daya tarik keuangan liga regional bagi pemain kelas dunia.

Al-Ahli, salah satu klub paling bersejarah di Saudi, meski tidak terlibat dalam perebutan Salah, tetap menjadi sorotan karena keputusan mereka untuk tidak bergabung dalam kompetisi transfer ini. Keputusan tersebut mencerminkan strategi klub yang lebih konservatif, mengutamakan pembangunan tim jangka panjang daripada mengandalkan bintang internasional.

Dengan demikian, akhir pekan ini menegaskan bahwa olahraga di kawasan Arab dan sekitarnya tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga arena pertaruhan ekonomi, kebanggaan nasional, dan strategi pembangunan klub yang cermat.

Terlepas dari hasil akhir, baik di lapangan basket Aleppo maupun dalam negosiasi transfer Mohamed Salah, para penggemar olahraga dapat menantikan aksi-aksi menegangkan dan perkembangan menarik di masa mendatang.