Drama Kontroversial di Sánchez-Pizjuán: Real Madrid Menang 1-0, CTA Soroti Foul Mbappé dan VAR
Drama Kontroversial di Sánchez-Pizjuán: Real Madrid Menang 1-0, CTA Soroti Foul Mbappé dan VAR

Drama Kontroversial di Sánchez-Pizjuán: Real Madrid Menang 1-0, CTA Soroti Foul Mbappé dan VAR

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Real Madrid berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sevilla pada pertandingan pekan ke-37 LaLiga EA Sports yang digelar di Estadio Ramón Sánchez‑Pizjuán. Gol tunggal Vinícius Júnior pada menit 15 menjadi penentu hasil, sementara sejumlah insiden di sekitar gol menimbulkan perdebatan sengit di kalangan arbiter dan pengamat.

Vinícius, yang menerima umpan dari Kylian Mbappé, menembakkan bola ke gawang setelah melewati lini pertahanan Sevilla. Gol tersebut tetap berdiri meskipun ada protes dari pihak Sevilla terkait kontak yang terjadi sesaat sebelum tendangan. Pada saat yang sama, Mbappé kembali menjadi sorotan karena diduga melakukan pelanggaran terhadap bek Sevilla, José Ángel Carmona, dengan menggerakkan lengan ke arah wajah lawan di dalam kotak penalti.

Analisis CTA: Foul atau Bukan?

Komité Teknik Arbitras (CTA) meninjau dua insiden utama dalam sesi “Tiempo de Revisión” mereka. Pertama, mereka mengakui adanya kontak antara lengan Mbappé dan wajah Carmona, yang menurut mereka dapat dianggap sebagai foul in attack. CTA menuliskan bahwa gerakan lengan tersebut memberikan keuntungan bagi penyerang, sehingga seharusnya dapat dihukum dengan tendangan bebas atau bahkan penalti.

Namun, CTA juga menekankan bahwa intensitas kontak tidak cukup jelas untuk dikategorikan sebagai kesalahan “jelas, nyata, dan manifest”. Karena itu, VAR memutuskan untuk tidak mengintervensi keputusan wasit lapangan, Sánchez Martínez, yang membiarkan gol tetap berlaku.

CTA menambahkan bahwa “gerakan lengan dapat dipahami sebagai bagian alami dari perlindungan ruang dalam duel”, sehingga interpretasi arbiter di lapangan masih dapat diterima. Mereka menutup ulasan dengan pernyataan bahwa, dari sudut pandang protokol VAR, tidak terdapat error yang menuntut koreksi.

Kike Salas vs Vinícius: Kontak Kedua yang Dipertanyakan

Insiden kedua melibatkan Kike Salas, bek Sevilla, yang setelah menendang bola menabrak kaki Vinícius di menit ke‑35. CTA menilai bahwa kontak tersebut tidak bersifat temerak atau menghalangi aksi penyerang secara jelas, sehingga tidak memenuhi kriteria penalti. Meskipun demikian, mereka menyatakan bahwa bila intensitasnya lebih tinggi, penalti dapat dipertimbangkan.

Keputusan VAR kembali tidak diaktifkan, dengan alasan bahwa tindakan tersebut masih berada dalam batas interpretatif dan tidak menimbulkan “kesalahan jelas”.

Dampak Hasil Bagi Kedua Tim

  • Real Madrid: Kemenangan ini menambah poin penting menjelang akhir musim, meski klub tetap berjuang untuk mengakhiri musim tanpa trofi besar.
  • Sevilla: Meskipun kalah, klub berhasil mengamankan tempat aman dari zona degradasi berkat kemenangan Levante atas Mallorca dan hasil positif tim lain.

Pelatih Real Madrid, Álvaro Albéroa, memuji penampilan Vinícius dan Mbappé, mengungkapkan kepuasannya dengan usaha tim meski hasil tidak memuaskan secara keseluruhan. “Hari ini giliran Vinícius mencetak gol, Kylian juga berkontribusi sangat baik. Kami masih harus memperbaiki banyak hal,” ujar Albéroa setelah pertandingan.

Sementara itu, pernyataan CTA menimbulkan diskusi luas di media sosial tentang konsistensi penerapan aturan VAR di LaLiga. Beberapa analis mengkritik keputusan tidak mengintervensi sebagai contoh kebijakan yang terlalu berhati‑hati, sementara yang lain menilai bahwa keputusan tersebut sesuai dengan standar interpretasi yang ada.

Secara keseluruhan, pertandingan Sevilla vs Real Madrid tidak hanya menghasilkan skor akhir yang tipis, tetapi juga memicu perdebatan teknis mengenai penerapan aturan kontak dan penggunaan VAR. Keputusan CTA yang menekankan bahwa kedua insiden dapat diperdebatkan menegaskan bahwa sepak bola tetap menjadi arena di mana interpretasi manusia berperan penting, meski teknologi semakin mendominasi.

Dengan poin tambahan, Real Madrid melanjutkan perjuangannya di papan atas klasemen, sementara Sevilla mengandalkan hasil positif tim lain untuk mengakhiri musim tanpa ancaman relegasi. Kontroversi ini kemungkinan akan menjadi bahan evaluasi bagi otoritas sepak bola Spanyol dalam meningkatkan konsistensi keputusan arbitral di masa mendatang.