Drama Klasmen Liga 1 2025/2026: Persib Tumpaki Poin, Persija Pecahkan Rekor, PSM Siap Guncang Puncak
Drama Klasmen Liga 1 2025/2026: Persib Tumpaki Poin, Persija Pecahkan Rekor, PSM Siap Guncang Puncak

Drama Klasmen Liga 1 2025/2026: Persib Tumpaki Poin, Persija Pecahkan Rekor, PSM Siap Guncang Puncak

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Liga 1 Indonesia musim 2025/2026 semakin memanas menjelang pekan pamungkas. Persaingan di puncak klasemen tidak hanya melibatkan satu atau dua tim, melainkan tiga klub besar yang masing‑masing menatap target berbeda: Persib Bandung mengincar gelar ketiga beruntun, Persija Jakarta mengukir rekor poin tertinggi dalam sejarah klub, dan PSM Makassar berusaha menegaskan dirinya sebagai klub tertua sekaligus kandidat utama juara.

Persib Bandung: Langkah Terakhir Menuju Tiga Gelar Berturut‑turut

Setelah berhasil menumbangkan PSM Makassar 2–1 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare pada pekan ke‑33, Persib Bandung menempati puncak klasemen sementara dengan 78 poin dari 33 pertandingan. Kemenangan tersebut menambah jarak dua poin dari Borneo FC yang harus puas dengan hasil imbang melawan Persijap Jepara.

Manajer Persib, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa euforia berlebih harus dijauhkan. “Kami belum selesai,” ujarnya kepada para pemain, menekankan pentingnya menjaga konsistensi hingga laga penutup. Adam Alis, gelandang tim, menambah bahwa skuad tetap fokus dan tidak akan bermain aman meski poin satu saja sudah cukup untuk mengamankan gelar.

Jika Persib berhasil mengamankan setidaknya satu poin pada pekan ke‑34 melawan lawan terakhirnya, klub akan resmi menjadi juara Liga Indonesia ketiga berturut‑turut, menambah kebanggaan bagi Bobotoh yang selalu mendukung dengan semangat tinggi.

Persija Jakarta: Rekor Poin Tertinggi dalam Sejarah Klub

Di sisi lain, Persija Jakarta mengukir prestasi bersejarah pada pekan ke‑33 dengan mengalahkan Persik Kediri 3–1 di Stadion Brawijaya. Kemenangan itu membawa total poin Persija menjadi 68, melampaui rekor sebelumnya sebesar 66 poin pada musim 2022/2023.

Pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, mengaku puas namun menegaskan tujuan utama tetap menjadi tim nomor satu di klasemen. “Rekor ini bukan target utama kami, tetapi menunjukkan progres yang baik,” katanya. Dengan satu pertandingan tersisa melawan Semen Padang di Jakarta International Stadium, Persija masih memiliki peluang menambah poin, meski secara matematis tidak lagi mampu menyalip Persib yang sudah mengunci selisih dua poin.

Keberhasilan Persija menembus rekor poin tertinggi menjadi bukti konsistensi serangan yang dipimpin oleh Rayhan Hannan dan Gustavo Almeida, yang masing‑masing mencetak gol penting dalam kemenangan tersebut.

PSM Makassar: Klub Tertua dan Kandidat Kejutan

Di tengah persaingan ketat, PSM Makassar tetap menjadi sorotan. Sebagai klub sepak bola tertua di Indonesia, PSM tidak hanya mengandalkan sejarah, tetapi juga performa yang solid. Setelah mengalahkan Persib pada pekan ke‑33, PSM kembali menegaskan ambisinya untuk bersaing di puncak klasemen.

Tim asuhan pelatih berpengalaman menyiapkan strategi serangan yang mengandalkan kecepatan sayap dan kreativitas lini tengah. Meskipun belum menempati posisi teratas, PSM berada dalam jarak terjangkau untuk melaju ke posisi dua atau tiga, tergantung hasil pada pekan pamungkas.

Jika PSM mampu mengumpulkan poin maksimal pada sisa pertandingan, klub tidak hanya menambah kebanggaan sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi penantang serius bagi Persib dalam perebutan gelar.

Kombinasi Statistik Klasemen

Klub Poin Pertandingan Posisi
Persib Bandung 78 33 1
Borneo FC 76 33 2
Persija Jakarta 68 33 3
PSM Makassar

Data di atas mencerminkan selisih tipis antara tiga klub teratas, sementara PSM masih berpotensi menambah poin dan mengubah urutan bila hasil pekan terakhir mendukung.

Prospek Pekan Penutup

Pekan ke‑34 akan menjadi penentu akhir. Persib hanya membutuhkan satu poin melawan lawan yang belum diketahui secara pasti, sementara Persija akan berusaha menambah koleksi poin meski tidak lagi dapat menyalip Persib. PSM, di sisi lain, bertekad mengoptimalkan setiap peluang untuk mengumpulkan poin maksimal.

Para penggemar sepak bola Indonesia kini menantikan drama akhir musim yang menjanjikan aksi menegangkan, strategi pelatih yang cermat, serta potensi kejutan dari klub bersejarah. Apapun hasil akhirnya, persaingan di puncak klasemen Liga 1 2025/2026 telah memberikan kisah yang layak dikenang dalam catatan sepak bola tanah air.