LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Juventus FC kembali menjadi sorotan utama dalam minggu terakhir musim Serie A 2025-26. Setelah mengalami kekalahan 2-0 di kandang melawan Fiorentina yang menurunkan posisi mereka dari tiga ke enam, klub raksasa Italia ini kini dihadapkan pada serangkaian tantangan: performa tim yang menurun, kritik keras dari mantan petinggi, serta spekulasi transfer yang mengancam masa depan skuad.
Kritik Dari Dalam: Moggi dan Spalletti
Luciano Moggi, mantan direktur olahraga Juventus, tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Dalam sebuah wawancara, ia menegaskan bahwa kualitas lini tengah Juventus tidak cukup untuk mendominasi pertandingan kandang. “Di rumah, Juve harus membangun permainan, namun mereka tidak memiliki gelandang yang mampu melakukannya,” ujar Moggi yang kini berusia 88 tahun. Ia menambahkan, meski Juventus masih memiliki peluang tipis masuk empat besar, hasil akhir musim mungkin berakhir di Liga Europa, sebuah level yang ia nilai tepat bagi pemain saat ini.
Moggi juga membela Luciano Spalletti, melontarkan bahwa pelatih hanya berupaya mengeluarkan yang terbaik dari skuad yang terbatas. “Satu-satunya orang yang mencoba mengeluarkan sesuatu dari tim ini adalah Spalletti,” katanya, menolak menyalahkan manajer atas kegagalan tim.
Statistik Alarm: Masalah Pertahanan dan Penjaga Gawang
Data Opta mengungkapkan bahwa Juventus telah kebobolan pada 46% tembakan pertama tepat sasaran yang mereka terima sepanjang musim, total 16 gol dari 35 kesempatan. Angka ini menempatkan mereka di urutan terburuk Serie A dalam hal pertahanan awal. Salah satu titik lemah yang paling disorot adalah kiper Michele Di Gregorio, yang kinerjanya belakangan ini dipertanyakan setelah beberapa kebobolan mudah dan penalti yang tidak dapat diselamatkan.
Daftar Enam Pemain yang Dipastikan Pergi
Sejumlah nama besar dijuluki akan meninggalkan Juventus pada bursa transfer musim panas mendatang, menurut laporan Tuttosport. Berikut daftar pemain yang dianggap ‘pasti’ pergi:
- Michele Di Gregorio – kiper yang kehilangan kepercayaan diri.
- Federico Gatti – bek yang kini jarang dipilih setelah kedatangan Spalletti.
- Juan Cabal – bek asal Kolombia yang sering cedera.
- Teun Koopmeiners – gelandang asal Belanda dengan nilai pasar €60 juta namun belum menunjukkan performa sesuai harapan.
- Loïs Openda – penyerang muda yang hanya mencetak dua gol musim ini.
- Jonathan David – penyerang Kanada yang gagal menyesuaikan diri di Serie A.
Kepergian mereka diprediksi akan memberi ruang bagi Juventus untuk merekrut pemain baru yang dapat mengembalikan kualitas tim.
Transfer Target: Bernardo Silva dan Kolo Muani
Ketidakpastian mengenai kualifikasi Liga Champions menjadi faktor utama dalam perencanaan transfer Juventus. Jika klub gagal lolos, menarik pemain top menjadi lebih sulit. Namun, dua nama muncul sebagai target utama. Bernardo Silva, kapten Manchester City, dikabarkan sedang dalam pembicaraan intens dengan Juventus. Klub Turki menawarkan kontrak tiga tahun dengan gaji €8-9 juta per musim. Meski Silva menginginkan kompetisi tertinggi di Eropa, Barcelona diprediksi akan menjadi pesaing utama jika Juventus tidak menjamin tempat di Liga Champions.
Di sisi lain, penyerang asal Prancis, Randal Kolo Muani, yang baru kembali ke PSG setelah masa pinjaman di Tottenham, tetap terbuka untuk pindah ke Turin meski harus bermain di Liga Europa. Keseriusan Juventus untuk mengamankan kedua pemain tersebut masih dipertaruhkan pada hasil akhir Serie A.
Perspektif Kompetitif dan Finansial
Jika Juventus gagal mengamankan posisi empat besar, dampak finansial akan signifikan. Pendapatan dari Liga Champions sangat penting untuk menutupi gaji pemain bintang dan biaya operasional. Kegagalan tersebut dapat memaksa klub menyesuaikan anggaran transfer, mengurangi kemampuan bersaing di pasar pemain elite.
Namun, peluang masih terbuka. Dengan satu laga tersisa melawan Torino, Juventus masih memiliki kesempatan untuk menempati posisi empat asalkan mereka menang dan tim rival terdekat tidak memperoleh poin. Sebuah kemenangan dapat mengembalikan harapan akan masuk Liga Champions dan memperkuat posisi tawar mereka dalam perebutan pemain seperti Silva.
Secara keseluruhan, Juventus berada di persimpangan penting. Kritik internal, statistik defensif yang mengkhawatirkan, serta tekanan transfer menuntut respons cepat dan terkoordinasi. Bagaimana Spalletti, Moggi, dan manajemen senior mengatasi krisis ini akan menentukan nasib klub dalam beberapa musim ke depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet