Drama di Ibrox: Hibernian Menang 2-1, Rangers Terpuruk di Pukulan Keempat Berturut-turut
Drama di Ibrox: Hibernian Menang 2-1, Rangers Terpuruk di Pukulan Keempat Berturut-turut

Drama di Ibrox: Hibernian Menang 2-1, Rangers Terpuruk di Pukulan Keempat Berturut-turut

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Rangers kembali menelan kekalahan di Ibrox pada pertandingan keempat berturut-turut di fase kedua Scottish Premiership setelah dijatuhkan 2-1 oleh Hibernian pada Rabu, 13 Mei 2026. Kekalahan ini tidak hanya menambah tekanan pada pelatih asal Jerman, Danny Röhl, tetapi juga menimbulkan kontroversi seputar keputusan taktisnya, terutama terkait pencoretan kapten lama James Tavernier dari skuad awal.

Awal Pertandingan: Hibs Ungkap Keunggulan dalam Lima Menit

Sejak peluit pertama, Hibernian menunjukkan intensitas tinggi. Pada menit ke-5, Jordan Obita mengirimkan umpan silang rendah yang tepat ke arah Martin Boyle. Penyerang asal Australia menunggu dengan sabar di tiang belakang, kemudian mengontrol bola dan mengeksekusi voli keras ke sudut bawah gawang Jack Butland, memberi Hibs keunggulan dini.

Respon Rangers dan Kesempatan yang Hilang

Rangers berusaha membalas secara cepat. Youssef Chermiti menyundul bola, namun diselamatkan oleh kiper Hibernian Raphael Sallinger. Kesempatan berulang muncul melalui Dujon Sterling, Connor Barron, serta Bojan Miovski, namun semuanya gagal menembus pertahanan dan kiper Hibs yang tampil impresif.

Gol Penyeimbang Thelo Aasgaard

Menjelang jeda babak pertama, Thelo Aasgaard memanfaatkan tendangan bebas di tepi kotak penalti. Ia mengirimkan bola dengan keras ke sudut atas gawang, mengalahkan Sallinger dan menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-41. Gol ini menambah harapan bagi Rangers menjelang babak kedua.

Menjelang Akhir Pertandingan: Tekanan Meningkat

Setelah jeda, Rangers kembali menekan. Barron dan Chermiti terus menguji pertahanan Hibs, tetapi kiper Sallinger kembali menunjukkan ketangguhan dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan dari Mikey Moore. Namun, peluang terbesar datang pada menit ke-68 ketika Bojan Miovski hampir memanfaatkan bola longgar, namun hanya menembakkan bola ke atas mistar.

Gol Penentu Dane Scarlett

Menjelang waktu tambahan, Felix Passlack menembus sisi kanan lapangan, melepas umpan silang ke dalam kotak penalti. Dane Scarlett, yang masuk sebagai pengganti di menit-menit akhir, berhasil mengarahkan bola ke dalam gawang dengan satu sentuhan sederhana, menutup skor menjadi 2-1 pada menit ke-89. Sorakan penonton Hibs yang berjumlah sekitar 900 orang di Ibrox menggema, sementara suporter Rangers tampak kecewa.

Kontroversi Kapten James Tavernier

Menjadi sorotan tambahan, kapten Rangers, James Tavernier, tidak dimasukkan dalam skuad awal. Meskipun awalnya diperkirakan tidak akan hadir, Tavernier muncul di depan stadion untuk menerima penghargaan dari legenda klub John Greig atas 11 tahun pengabdiannya. Keputusan Röhl untuk menyingkirkan Tavernier dari lineup memicu protes dari fans, yang berharap sang kapten dapat memberikan perpisahan layak di Ibrox.

Implikasi Klasemen dan Tantangan Selanjutnya

Kekalahan ini menandai pertama kalinya Rangers mengalami empat kekalahan beruntun sejak 1983. Bersama dengan kemenangan dramatis Celtic atas Motherwell, persaingan gelar kini semakin ketat. Rangers berada di posisi ketiga, sementara pemuncak klasemen Hearts menunggu hasil akhir. Pada pertandingan terakhir pekan ini, Rangers dijadwalkan bertandang ke Falkirk, di mana mereka berharap mematahkan rekor buruk dan mengamankan tempat di papan atas.

Penilaian Wasit dan Keputusan Kontroversial

Selain aspek taktik, wasit Matthew MacDermid juga menjadi sorotan. Tiga keputusannya—termasuk penilaian offside dan keputusan penalti—dipertanyakan oleh para pengamat, menambah beban kritik terhadap performa keseluruhan pertandingan.

Secara keseluruhan, laga antara Rangers dan Hibernian tidak hanya menambah catatan hitam bagi Rangers, tetapi juga menegaskan bahwa musim ini masih penuh ketidakpastian. Danny Röhl harus menemukan solusi cepat, baik dalam penataan taktik maupun manajemen pemain, untuk mengembalikan rasa percaya diri tim menjelang sisa kompetisi.