Drama Akhir Musim Liverpool: Robertson Meninggalkan Anfield, Brentford Gagal Patahkan Rekor, dan Masa Depan Tottenham Menanti Sang Legenda
Drama Akhir Musim Liverpool: Robertson Meninggalkan Anfield, Brentford Gagal Patahkan Rekor, dan Masa Depan Tottenham Menanti Sang Legenda

Drama Akhir Musim Liverpool: Robertson Meninggalkan Anfield, Brentford Gagal Patahkan Rekor, dan Masa Depan Tottenham Menanti Sang Legenda

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Dalam laga penutup Premier League 2025/2026 pada Minggu malam, Liverpool harus berbagi poin dengan Brentford setelah skor akhir 1-1. Gol tunggal Liverpool dicetak oleh Mohamed Salah pada menit ke-41, sementara Brentford menyamakan kedudukan lewat penyerangan cepat yang dimanfaatkan pada menit ke-78. Hasil ini menandai pertandingan terakhir Andy Robertson mengenakan seragam merah, sekaligus mengukuhkan posisi Liverpool di peringkat kelima dengan 60 poin, cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions pada putaran terakhir musim.

Robertson, yang telah menjadi sosok ikon sejak kedatangannya pada 2017, menerima guard of honour dari para pendukung Anfield. Dalam momen emosional itu, ia mengucapkan selamat tinggal dengan menulis di media sosial, “It’s not goodbye, it’s see you soon,” menegaskan niatnya untuk tetap berkarier di Premier League meski kontraknya berakhir pada akhir musim. Sejumlah laporan mengonfirmasi bahwa ia telah menandatangani kesepakatan verbal dengan Tottenham Hotspur, klub yang dipimpin oleh Thomas Frank, untuk bergabung pada musim panas mendatang. Kesepakatan ini sebelumnya sempat terhambat karena Liverpool tidak dapat menarik kembali Kostas Tsimikas dari pinjaman di AS Roma.

Berita kepindahan Robertson disambut hangat oleh penggemar Tottenham yang masih mengingat perjuangan mereka menghindari degradasi pada hari terakhir musim, saat mereka mengalahkan Everton 2-0. Manajer baru Spurs, Roberto De Zerbi, diyakini akan mengandalkan pengalaman internasional Robertson untuk memperkuat lini belakang, terutama mengingat persaingan ketat di zona Champions League.

Di sisi lain, Sam Millne, mantan pemain Liverpool yang kini menjadi komentator di BBC, menilai penampilan Liverpool melawan Brentford sebagai “absolutely massive” dalam konteks kualifikasi Liga Champions. Millne menyoroti bahwa, meskipun tim harus berjuang keras, kemampuan mereka untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa tetap menjadi pencapaian penting mengingat ketidakpastian yang melanda klub sejak akhir era Jurgen Klopp.

Di balik sorotan pada pemain, kepala pelatih Arne Slot berada di bawah tekanan yang meningkat. Setelah mengantarkan Liverpool meraih gelar Premier League pada debutnya, Slot kini harus menghadapi kritik tajam setelah tim mencatatkan rekor terburuk dalam satu dekade terakhir: hanya 60 poin, 63 gol dicetak (23 gol lebih sedikit dibanding musim sebelumnya), dan 53 kebobolan (paling banyak dalam 38 pertandingan era Premier League). Penurunan performa ini memunculkan spekulasi tentang masa depan Slot, terutama setelah ia menjadi sasaran sorakan tidak menyenangkan pada pertandingan melawan Chelsea di akhir pekan.

Statistik Musim 2025/2026 Liverpool

  • Poin akhir: 60 (peringkat 5)
  • Gol mencetak: 63 (terendah sejak 2015/16)
  • Gol kebobolan: 53 (rekor tertinggi dalam 38 pertandingan Premier League)
  • Jumlah kemenangan: 15
  • Jumlah seri: 15
  • Jumlah kekalahan: 8
  • Kemenangan melawan tim top: 2 (menang melawan Manchester City dan Chelsea)

Statistik di atas mencerminkan perubahan drastis sejak musim 2023/24, ketika Liverpool mengumpulkan 91 poin dan mencetak 94 gol. Penurunan tersebut sebagian besar dikaitkan dengan beberapa faktor eksternal, termasuk tragedi pribadi yang mengguncang klub pada Juli 2025.

Pada musim panas 2025, klub dikejutkan oleh kematian tragis Diogo Jota dan adiknya Andre Silva dalam sebuah kecelakaan mobil di Spanyol. Kejadian tersebut tidak hanya meninggalkan luka emosional pada pemain dan staf, tetapi juga mengganggu persiapan pra-musim Liverpool. Meskipun Jota tidak lagi bermain pada musim 2025/26, kehilangan figur kunci tersebut menambah beban mental bagi skuad.

Dengan Robertson siap melangkah ke Tottenham, Liverpool kini menghadapi tantangan besar dalam memperkuat lini belakang. Transfer masuk yang sedang dipertimbangkan meliputi pemain bertahan muda dan opsi penyerang yang dapat menambah daya tembak. Sementara itu, Arne Slot harus menemukan cara untuk mengembalikan semangat juang tim, memulihkan kepercayaan penggemar, dan menyiapkan Liverpool kembali bersaing di level tertinggi.

Kesimpulannya, akhir musim Liverpool menyajikan kombinasi emosional yang kuat: perpisahan dengan legenda Andy Robertson, penampilan yang cukup untuk memastikan tiket Liga Champions, dan tekanan besar pada manajemen serta pelatih untuk mereset arah klub. Musim depan akan menjadi titik krusial bagi Liverpool, baik dalam upaya memperbaiki statistik defensif maupun dalam menatap kembali kejayaan yang sempat diraih di era Jurgen Klopp.