DPRD Jateng Dukung Program Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
DPRD Jateng Dukung Program Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

DPRD Jateng Dukung Program Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungan penuh terhadap program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sedang digulirkan di sejumlah daerah provinsi ini. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah penumpukan sampah sekaligus meningkatkan pasokan listrik yang ramah lingkungan.

Program PSEL mengadopsi teknologi pembangkit listrik berbasis biomassa yang memanfaatkan sampah organik dan anorganik sebagai bahan bakar. Proses utama meliputi pengumpulan, pemilahan, pengeringan, serta pembakaran dalam instalasi yang dilengkapi dengan sistem pengolahan gas buang.

Beberapa poin penting yang diuraikan dalam dukungan resmi DPRD Jawa Tengah antara lain:

  • Pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 30-40 persen.
  • Peningkatan produksi listrik bersih sebesar 5-7 megawatt per instalasi, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga di wilayah setempat.
  • Penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, khususnya dalam bidang pengelolaan sampah dan operasional pembangkit.
  • Kontribusi terhadap target energi terbarukan nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Mohammad Saleh menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta sektor swasta. Ia mengajak pihak-pihak terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur PSEL, termasuk penyediaan lahan, perizinan, dan pendanaan.

Di samping manfaat lingkungan, program PSEL diharapkan dapat menurunkan biaya operasional TPA dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Data awal dari pilot project di Kabupaten Kendal menunjukkan penurunan emisi CO2 sebesar 12.5 persen dibandingkan dengan metode pembakaran sampah konvensional.

Ke depan, DPRD Jawa Tengah berencana mengawasi pelaksanaan program melalui pembentukan tim khusus yang akan melakukan evaluasi berkala. Tim tersebut akan menilai kinerja teknis, aspek keuangan, serta dampak sosial‑ekonomi, serta menyusun rekomendasi perbaikan untuk skala yang lebih luas.