DPRD Jabar Dukung Evaluasi PKS Pullman, Dorong Optimalisasi Aset dan Budaya Lokal

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Komisi I DPRD Jawa Barat menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif Gubernur Dedi Mulyadi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PKS Hotel Pullman. Langkah ini dianggap penting untuk menilai kinerja aset publik serta mengidentifikasi peluang peningkatan nilai ekonomi dan pelestarian budaya setempat.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada Senin (23/04/2026), sejumlah anggota komisi menyoroti perlunya audit transparan, melibatkan pihak terkait, serta menyiapkan rekomendasi kebijakan yang dapat memaksimalkan penggunaan aset hotel tanpa mengabaikan karakteristik budaya lokal.

  • Audit menyeluruh: Pemeriksaan keuangan, operasional, dan kepatuhan regulasi.
  • Konsultasi stakeholder: Mengundang perwakilan pengusaha, komunitas budaya, dan LSM untuk memberikan masukan.
  • Optimalisasi aset: Memanfaatkan ruang hotel untuk acara kebudayaan, promosi produk daerah, dan pelatihan kerja.
  • Pelestarian budaya: Integrasi elemen arsitektur, seni, dan kuliner tradisional Jawa Barat dalam layanan hotel.

Gubernur Dedi Mulyadi menambahkan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk kebijakan jangka panjang, termasuk kemungkinan restrukturisasi manajemen atau penyesuaian tarif guna menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Ia menekankan bahwa hotel tersebut memiliki potensi strategis sebagai pintu gerbang pariwisata sekaligus wadah edukasi budaya.

Anggota DPRD, Ahmad Hidayat, menyatakan, “Kami berharap evaluasi ini tidak hanya berfokus pada aspek finansial, melainkan juga pada kontribusi hotel terhadap ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya. Dengan sinergi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal, hasilnya dapat menjadi model bagi pengelolaan aset publik lainnya.”

Jika rekomendasi tersebut diimplementasikan, diharapkan PKS Hotel Pullman dapat meningkatkan pendapatan daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjadi contoh keberhasilan integrasi antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya.