LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menegaskan keprihatinannya atas percepatan penambahan jumlah layar bioskop di Indonesia. Dalam rapat komisi terkait, para anggota DPR menyoroti bahwa pertumbuhan yang tidak diiringi regulasi kuat dapat menimbulkan risiko ekonomi dan budaya bagi industri perfilman nasional.
Beberapa risiko utama yang diidentifikasi antara lain:
- Oversaturasi pasar yang dapat menurunkan tingkat hunian layar dan mengurangi profitabilitas bagi pemilik bioskop.
- Penurunan pendapatan per layar akibat persaingan harga tiket yang semakin ketat.
- Pengalihan investasi dari produksi film lokal ke pembangunan infrastruktur hiburan, menghambat pertumbuhan konten Indonesia.
- Kesenjangan kualitas layanan antara jaringan bioskop besar dan usaha kecil, yang dapat memperlemah ekosistem distribusi film nasional.
DPR menekankan perlunya regulasi yang lebih tegas, termasuk persyaratan minimal kapasitas penonton, standar teknis, serta insentif bagi produser film lokal. Anggota DPR juga mengusulkan pembentukan lembaga pengawas khusus yang bertugas memantau pertumbuhan layar bioskop dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan budaya.
Jika regulasi tidak segera diperkuat, DPR khawatir industri perfilman nasional akan kehilangan momentum pertumbuhan yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah persaingan dengan layanan streaming daring. Dengan regulasi yang tepat, diharapkan ekosistem bioskop dapat berkontribusi pada peningkatan produksi film Indonesia, penciptaan lapangan kerja, dan pelestarian nilai budaya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet