LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | Parlemen Indonesia melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengumumkan serangkaian langkah penghematan energi yang meliputi pemotongan jatah bahan bakar minyak (BBM) bagi pejabat eselon I–III serta penonaktifan lampu-lampu gedung pada pukul 18.00 WIB setiap hari.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya tekanan global akibat krisis energi yang mempengaruhi pasokan dan harga BBM di dalam negeri. Menurut data Kementerian Energi, konsumsi BBM nasional meningkat 7,5 % pada kuartal pertama 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
- Jatah BBM bagi eselon I–III dipotong sebesar 30 % dari alokasi sebelumnya.
- Penggunaan lampu di gedung DPR dan lembaga terkait dimatikan setiap hari pada pukul 18.00 WIB, kecuali area yang memerlukan pencahayaan khusus.
- Penghematan energi diproyeksikan mencapai 15 % pada konsumsi listrik tahunan DPR.
Berikut perbandingan alokasi BBM sebelum dan sesudah pemotongan:
| Eselon | Jatah BBM Sebelum (liter/bulan) | Jatah BBM Sesudah (liter/bulan) |
|---|---|---|
| I | 1.200 | 840 |
| II | 900 | 630 |
| III | 600 | 420 |
Ketua DPR, Nama Ketua, menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala. “Kami harus menunjukkan contoh konkret dalam mengelola sumber daya energi nasional. Setiap penghematan, sekecil apapun, berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan ketahanan energi negara,” ujar beliau.
Pemerintah juga menyiapkan program tambahan seperti peningkatan efisiensi penggunaan listrik di kantor-kantor pemerintahan, promosi kendaraan listrik, serta insentif bagi perusahaan yang menerapkan praktik hemat energi.
Langkah pemotongan jatah BBM dan penonaktifan lampu ini diharapkan dapat menurunkan beban anggaran energi serta memberikan sinyal positif kepada masyarakat bahwa pemerintah serius menghadapi krisis energi global.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet