DPR Minta Hibah Motor Listrik untuk Ringankan Beban Guru Honorer
DPR Minta Hibah Motor Listrik untuk Ringankan Beban Guru Honorer

DPR Minta Hibah Motor Listrik untuk Ringankan Beban Guru Honorer

LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan program hibah motor listrik yang diusulkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tujuan utama mengurangi beban transportasi bagi guru honorer di seluruh Indonesia.

Usulan ini muncul setelah sejumlah laporan mengindikasikan bahwa guru honorer seringkali harus menempuh jarak jauh dengan menggunakan kendaraan pribadi, yang menambah tekanan finansial pada mereka. Motor listrik dipilih karena biaya operasional yang lebih rendah dan dampak lingkungan yang lebih ramah.

Ruang Lingkup Program

Program hibah direncanakan mencakup:

  • Distribusi motor listrik berkapasitas standar untuk guru honorer di wilayah dengan kebutuhan transportasi tinggi.
  • Pelatihan dasar penggunaan dan perawatan motor listrik bagi penerima hibah.
  • Pengawasan dan evaluasi penggunaan motor selama tiga tahun pertama.

Manfaat yang Diharapkan

Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari program tersebut:

  1. Mengurangi pengeluaran harian guru honorer untuk bahan bakar.
  2. Meningkatkan mobilitas dan ketepatan waktu dalam melaksanakan tugas mengajar.
  3. Menurunkan emisi karbon di sektor transportasi pendidikan.
  4. Mendorong adopsi teknologi kendaraan listrik di kalangan masyarakat luas.

Lalu Hadrian menegaskan bahwa hibah ini tidak akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan didanai melalui alokasi khusus BGN yang bersifat non‑APBN.

Beberapa pihak, termasuk organisasi guru dan LSM lingkungan, menyambut baik inisiatif tersebut, namun mereka juga menuntut transparansi dalam mekanisme seleksi penerima hibah serta jaminan pemeliharaan motor setelah masa hibah berakhir.

Jika disetujui, rencana peluncuran pertama motor listrik akan dilakukan pada kuartal ketiga 2024, dengan target distribusi awal kepada 10.000 guru honorer di provinsi dengan tingkat kebutuhan transportasi tertinggi.