DPR Desak Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara untuk Cegah Penyebaran Hantavirus Varian Andes
DPR Desak Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara untuk Cegah Penyebaran Hantavirus Varian Andes

DPR Desak Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara untuk Cegah Penyebaran Hantavirus Varian Andes

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR) baru-baru ini mengajukan himbauan tegas kepada Pemerintah Indonesia agar meningkatkan pengawasan pada semua pintu masuk wilayah negara. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah potensi penyebaran hantavirus varian Andes, sebuah virus zoonotik yang dapat menimbulkan gejala berat pada manusia.

Hantavirus Andes pertama kali diidentifikasi di Amerika Selatan dan dikenal memiliki tingkat penularan antar manusia yang lebih tinggi dibandingkan varian lainnya. Meskipun belum ada kasus terkonfirmasi di Indonesia, potensi masuknya virus melalui pelancong, pekerja migran, atau barang impor menjadi perhatian utama DPR.

Dalam rapat khusus, anggota DPR menekankan bahwa penguatan kontrol kesehatan di bandara, pelabuhan, dan pos perbatasan harus menjadi prioritas. Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain:

  • Pelaksanaan skrining kesehatan secara menyeluruh bagi semua penumpang internasional, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan gejala respirasi.
  • Penggunaan rapid test atau tes molekuler untuk mendeteksi hantavirus pada individu yang menunjukkan gejala atau memiliki riwayat kontak dengan hewan pengerat.
  • Penerapan karantina wajib selama 14 hari bagi orang yang diduga terpapar atau datang dari wilayah dengan kasus hantavirus terkonfirmasi.
  • Peningkatan kapasitas laboratorium diagnostik di seluruh wilayah Indonesia untuk mempercepat proses identifikasi virus.
  • Pelatihan intensif bagi petugas kesehatan dan imigrasi mengenai penanganan kasus hantavirus, termasuk prosedur isolasi dan pelaporan.

Selain langkah-langkah teknis, DPR juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian, khususnya Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat respons bila terjadi penyebaran virus.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa pencegahan lebih efektif dibandingkan penanggulangan. Hantavirus dapat menyebar melalui droplet pernapasan, serta kontak langsung dengan droplet atau urin hewan pengerat yang terinfeksi. Oleh karena itu, edukasi publik mengenai kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus juga menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan.

Dengan mengadopsi langkah-langkah tersebut, pemerintah diharapkan dapat melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga stabilitas sektor pariwisata dan perdagangan internasional yang sangat bergantung pada rasa aman pelaku perjalanan.