LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan beberapa pernyataan yang memicu reaksi di kalangan legislatif. Menanggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Ketua Komisi III, Azis Subekti, menekankan pentingnya sikap hati-hati bagi seluruh Menteri dalam menanggapi ujaran Presiden.
Azis Subekti menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diusulkan pemerintah harus berlandaskan pada kepentingan buruh, mengingat peran vital mereka dalam perekonomian nasional. Ia juga mengingatkan bahwa respons yang kurang tepat dapat menimbulkan ketegangan sosial serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Berikut ini poin‑poin utama yang disampaikan DPR kepada para Menteri Kabinet Merah Putih:
- Memberikan klarifikasi yang jelas atas pernyataan Presiden Prabowo terkait isu-isu buruh.
- Menghindari retorika yang dapat memecah belah atau menimbulkan provokasi di kalangan pekerja.
- Memprioritaskan penyusunan kebijakan yang pro‑buruh, termasuk peningkatan upah minimum dan perlindungan hak kerja.
- Menjalin koordinasi intensif dengan DPR untuk memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan aspirasi rakyat.
DPR menekankan bahwa kerja sama yang sinergis antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk menjaga stabilitas industri serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Diharapkan, dengan sikap cermat dan respons yang konstruktif, pemerintah dapat menanggapi harapan para pekerja tanpa menimbulkan konflik tambahan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet