DPD RI Dorong Peningkatan Kualitas Data Pendidikan di Papua Barat
DPD RI Dorong Peningkatan Kualitas Data Pendidikan di Papua Barat

DPD RI Dorong Peningkatan Kualitas Data Pendidikan di Papua Barat

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Filep Wamafma, menekankan pentingnya peningkatan kualitas data perencanaan dan kebutuhan pendidikan di Provinsi Papua Barat. Dalam pertemuan yang diadakan di Manokwari Selatan, beliau mengimbau semua pemerintah daerah di provinsi tersebut untuk menyempurnakan proses pengumpulan, verifikasi, dan penyajian data pendidikan.

Data yang akurat menjadi dasar bagi alokasi anggaran, penetapan program, serta evaluasi kebijakan pendidikan. Tanpa data yang dapat dipercaya, upaya peningkatan mutu sekolah, penyediaan tenaga pengajar, dan pembangunan infrastruktur pendidikan menjadi tidak optimal.

Filep Wamafma menyampaikan beberapa langkah strategis yang harus diimplementasikan:

  • Standardisasi format data pendidikan di seluruh kabupaten dan kota, termasuk indikator-indikator kunci seperti jumlah siswa, guru, sarana, dan kebutuhan fasilitas.
  • Peningkatan kapasitas aparatur lokal melalui pelatihan pengolahan data dan penggunaan sistem informasi berbasis teknologi.
  • Penerapan audit data secara berkala oleh lembaga independen untuk memastikan keabsahan dan konsistensi informasi.
  • Integrasi data pendidikan dengan sistem perencanaan pembangunan daerah (RPD) sehingga kebijakan dapat selaras dengan kebutuhan riil.

Selain itu, DPD RI menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan lembaga pendidikan tinggi untuk menciptakan jaringan pertukaran data yang transparan. Dengan dukungan teknologi informasi, proses pelaporan dapat dipercepat dan meminimalisir kesalahan manual.

Harapan utama dari upaya ini adalah terciptanya kebijakan pendidikan yang lebih responsif, peningkatan alokasi anggaran yang tepat sasaran, serta perbaikan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat Papua Barat. Jika berhasil, model peningkatan kualitas data ini dapat dijadikan contoh bagi provinsi lain di Indonesia.