Donyell Malen: Dari Keterpinggiran di Aston Villa hingga Sorotan Utama di Piala Dunia 2026
Donyell Malen: Dari Keterpinggiran di Aston Villa hingga Sorotan Utama di Piala Dunia 2026

Donyell Malen: Dari Keterpinggiran di Aston Villa hingga Sorotan Utama di Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Donyell Malen, penyerang berusia 27 tahun asal Belanda, mengukir perjalanan karier yang penuh liku sebelum menjadi harapan utama Oranje di Piala Dunia 2026. Musim 2023/2024 menjadi titik balik penting ketika Malen meninggalkan Aston Villa yang hanya memberinya lima penampilan sebagai starter dalam 21 kali tampil. Keterbatasan menit bermain di bawah asuhan Unai Emery menimbulkan keraguan akan peluangnya masuk ke skuad Piala Dunia, namun keputusan transfer pada Januari 2024 ke Roma membuka babak baru yang mengubah nasibnya.

Transformasi di Roma

Roma menandatangani Malen dengan perjanjian pinjaman berbayar, disertai kewajiban beli senilai €25 juta di akhir musim. Dampaknya terasa langsung; dalam 18 pertandingan, ia mencetak 14 gol, mencatat rekor Serie A untuk penyerang yang bergabung pada bulan Januari. Hanya Lautaro Martínez yang mencetak lebih banyak gol sepanjang musim, dan Malen berada tiga gol di belakang pemenang Capocannoniere walau tampil 12 pertandingan lebih sedikit.

“Jika saya tiba di awal musim, mungkin saya bisa juara Capocannoniere,” ujar Malen dalam wawancara dengan Cronache di Spogliatoio. “Namun saya datang di Januari dan hanya berusaha memberi yang terbaik untuk Roma.”

Keberhasilan di Serie A tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri pribadi, tetapi juga memperkuat posisi penyerang asal Rotterdam dalam skema taktik pelatih nasional Ronald Koeman. Rekan‑rekannya di timnas, termasuk Crysencio Summerville dan Tijjani Reijnders, kini dapat mengandalkan kecepatan dan insting gol Malen yang terbukti tajam.

Penampilan di Piala Dunia 2026

Pertandingan pembuka grup F antara Belanda dan Jepang di Dallas Stadium, Texas, pada 14 Juni 2026, menampilkan Malen sebagai penyerang utama Oranje. Ia langsung menimbulkan tekanan di menit awal, memaksa kiper Jepang Zion Suzuki melakukan penyelamatan krusial. Pada menit ke‑34, Malen hampir mencetak gol lewat sundulan dari tendangan sudut, namun Suzuki menepisnya dengan tangannya.

Walaupun Belanda sempat unggul lewat gol Virgil van Dijk pada menit ke‑51, Jepang berhasil menyamakan kedudukan lewat Keito Nakamura pada menit ke‑57. Summerville kemudian memulihkan keunggulan Belanda pada menit ke‑64, namun serangan balasan Jepang yang dipimpin Daichi Kamada menghasilkan gol penyama pada menit ke‑88 setelah bola memantul dari kepala Kamada, menjadikan hasil akhir 2‑2.

Selama pertandingan, Malen mencatat beberapa peluang berbahaya, termasuk dua tembakan ke arah gawang yang masing‑masing dihalau oleh Suzuki. Meskipun belum menambah angka di papan skor, kontribusinya dalam membuka ruang bagi rekan‑rekan setim dan menekan lini belakang Jepang terbukti penting.

Dampak dan Prospek Kedepan

Kinerja Malen di Roma serta penampilannya di panggung dunia menegaskan peran vitalnya bagi timnas Belanda. Kecepatan, kemampuan menembus pertahanan, dan gol yang dihasilkan setiap 121 menit selama masa di Villa menandakan potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Jika ia dapat menyalurkan kepercayaan diri yang diperoleh di Serie A ke turnamen internasional, Oranje memiliki peluang lebih besar untuk menembus babak akhir, meski tidak lagi diisi oleh legenda‑legenda seperti Van Nistelrooy atau Kluivert.

Koeman pun menyatakan keyakinannya pada Malen, meskipun menilai performa tim secara keseluruhan masih perlu penyempurnaan, terutama dalam menjaga keunggulan setelah memimpin. “Kita tidak boleh meremehkan lawan, namun pemain seperti Malen memberikan kita keunggulan penting di lini serang,” ujarnya setelah pertandingan.

Dengan jadwal grup selanjutnya melawan Swedia di Houston, harapan besar ditempatkan pada Malen untuk meningkatkan produktivitas golnya. Jika ia dapat meniru efisiensi yang ditunjukkan di Roma—mencetak gol setiap dua pertandingan—Belanda berpotensi mengubah nasibnya dari tim yang dipandang sebagai underdog menjadi kontestan serius di Piala Dunia 2026.

Secara keseluruhan, perjalanan Donyell Malen dari marginal di Aston Villa hingga menjadi bintang seri A dan pemain kunci timnas menggambarkan bagaimana perubahan lingkungan dan kepercayaan diri dapat memicu kebangkitan seorang atlet. Masa depan Malen di turnamen terbesar sepak bola dunia masih terbuka lebar, dan mata dunia akan terus memantau setiap langkahnya.