Dolar Tembus Rp 18.134, Rupiah Kian Anjlok di Awal Pekan ini
Dolar Tembus Rp 18.134, Rupiah Kian Anjlok di Awal Pekan ini

Dolar Tembus Rp 18.134, Rupiah Kian Anjlok di Awal Pekan ini

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Nilai tukar dolar AS menguat hingga mencapai Rp 18.134 per satu dolar pada awal pekan ini, menandai tekanan signifikan terhadap mata uang rupiah. Penguatan ini terjadi di tengah volatilitas pasar global dan kebijakan moneter yang ketat.

Kenaikan nilai tukar dolar dipicu oleh beberapa faktor, antara lain sentimen risiko global yang meningkat, pergerakan suku bunga di Amerika Serikat, serta aliran modal keluar dari pasar emerging. Dampaknya, rupiah mengalami depresiasi yang memperlebar selisih nilai tukar dibandingkan minggu sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan merespons situasi ini dengan serangkaian langkah untuk menstabilkan pasar. Upaya utama meliputi:

  • Peningkatan daya tarik investasi asing melalui penyesuaian kebijakan pajak dan insentif.
  • Penguatan likuiditas pasar uang dengan penambahan fasilitas likuiditas jangka pendek.
  • Peningkatan koordinasi antar lembaga untuk memantau aliran modal secara real‑time.

Selain itu, otoritas mengimbau pelaku pasar untuk tetap waspada dan menghindari spekulasi berlebihan yang dapat memperburuk volatilitas. Kebijakan moneter BI tetap berfokus pada stabilitas nilai tukar serta inflasi, dengan target inflasi jangka menengah tetap berada pada kisaran 2,5‑4,5 persen.

Para analis pasar memperkirakan bahwa jika tekanan eksternal berlanjut, nilai tukar dolar dapat tetap berada di atas level Rp 18.000 per dolar dalam beberapa minggu ke depan. Namun, langkah-langkah kebijakan yang tepat dan dukungan investasi dapat membantu menahan laju depresiasi rupiah.