Dolar Minggir Dulu, Rupiah Mulai Mendunia Jadi Alat Transaksi di Hongkong
Dolar Minggir Dulu, Rupiah Mulai Mendunia Jadi Alat Transaksi di Hongkong

Dolar Minggir Dulu, Rupiah Mulai Mendunia Jadi Alat Transaksi di Hongkong

LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Bank Rakyat China, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menyiapkan kerangka kerja sama transaksi mata uang bilateral antara Indonesia dan Hong Kong. Kesepakatan ini menandai langkah penting di mana rupiah diproyeksikan dapat berperan sebagai alat pembayaran lintas batas di pasar keuangan internasional, khususnya di Hong Kong.

Tujuan utama MoU tersebut adalah mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat dalam perdagangan bilateral serta meningkatkan likuiditas rupiah di luar negeri. Dengan adanya fasilitas pertukaran langsung antara rupiah dan dolar Hong Kong (HKD), perusahaan dan investor di kedua wilayah dapat melakukan transaksi tanpa harus melalui konversi ke dolar AS terlebih dahulu.

  • Bank Indonesia akan menyediakan likuiditas rupiah melalui jaringan bank peserta.
  • Bank Rakyat China akan berperan sebagai mitra likuiditas di Hong Kong.
  • HKMA akan mengatur prosedur kepatuhan dan penyelesaian pembayaran.

Implementasi awal diperkirakan akan dimulai pada kuartal berikutnya, dengan pilot project yang melibatkan sejumlah perusahaan perdagangan dan lembaga keuangan. Jika berhasil, kerangka kerja ini dapat diperluas ke mata uang lain serta mencakup layanan pembayaran digital.

Para pengamat ekonomi menilai langkah ini dapat memperkuat posisi rupiah di pasar global, terutama mengingat upaya Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur keuangan digital dan memperluas jaringan perdagangan. Selain itu, diversifikasi mata uang dapat meningkatkan stabilitas ekonomi domestik dengan mengurangi volatilitas yang sering dipicu oleh pergerakan dolar.

Secara jangka panjang, keberhasilan penggunaan rupiah di Hong Kong dapat membuka peluang bagi negara-negara lain di Asia untuk mempertimbangkan mekanisme serupa, mempercepat regionalisasi sistem keuangan yang lebih independen dari dolar.