Dokter: Obesitas tingkatkan risiko penyakit ginjal pada anak
Dokter: Obesitas tingkatkan risiko penyakit ginjal pada anak

Dokter: Obesitas tingkatkan risiko penyakit ginjal pada anak

LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Seorang dokter spesialis anak subspesialis nefrologi di Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Henny Adriani Puspitasari, mengingatkan bahwa peningkatan berat badan pada anak dapat memperbesar peluang timbulnya penyakit ginjal. Menurutnya, obesitas bukan hanya mempengaruhi sistem kardiovaskular, tetapi juga memberi beban ekstra pada ginjal yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Data terbaru menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada anak di Indonesia terus meningkat, dipicu oleh pola makan tinggi kalori, kurangnya aktivitas fisik, dan pengaruh lingkungan yang tidak mendukung gaya hidup sehat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya hipertensi dan diabetes tipe 2 pada usia dini, dua faktor utama yang dapat merusak fungsi ginjal secara perlahan.

Berikut beberapa mekanisme yang menjelaskan hubungan antara obesitas dan penyakit ginjal pada anak:

  • Peningkatan tekanan darah: Kelebihan lemak tubuh meningkatkan resistensi pembuluh darah, yang pada gilirannya menaikkan tekanan darah dan membebani glomerulus ginjal.
  • Resistensi insulin: Obesitas dapat memicu resistensi insulin, menyebabkan kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah ginjal.
  • Peradangan kronis: Sel lemak yang berlebih menghasilkan sitokin proinflamasi, yang dapat mempercepat proses kerusakan jaringan ginjal.

Dr. Henny menekankan pentingnya deteksi dini. Pemeriksaan rutin seperti pengukuran tekanan darah, analisis urin, dan estimasi fungsi ginjal (eGFR) sebaiknya dilakukan pada anak dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas ambang batas normal.

Untuk mencegah komplikasi, beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:

  1. Mendorong pola makan seimbang dengan tinggi serat, rendah gula dan lemak jenuh.
  2. Menetapkan jadwal aktivitas fisik minimal 60 menit per hari, seperti bermain di luar atau bersepeda.
  3. Mengurangi waktu layar (TV, gadget) tidak lebih dari dua jam per hari.
  4. Melakukan kontrol rutin ke dokter anak untuk memantau pertumbuhan dan status kesehatan secara menyeluruh.

Jika obesitas sudah terdeteksi, intervensi multidisiplin melibatkan dokter anak, ahli gizi, dan psikolog dapat membantu menurunkan berat badan secara aman dan mengurangi risiko komplikasi ginjal di masa depan.