Djed Spence: Dari Masker Patah Rahang ke Sorotan Transfer Everton – Kisah Full‑Back Inggris yang Menggebrak Dunia
Djed Spence: Dari Masker Patah Rahang ke Sorotan Transfer Everton – Kisah Full‑Back Inggris yang Menggebrak Dunia

Djed Spence: Dari Masker Patah Rahang ke Sorotan Transfer Everton – Kisah Full‑Back Inggris yang Menggebrak Dunia

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Djed Spence kembali menjadi perbincangan hangat setelah menampilkan aksi impresif bersama timnas Inggris di Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi target utama Everton dalam bursa transfer musim panas. Full‑back berusia 25 tahun ini tidak hanya menarik perhatian klub-klub top Premier League, tetapi juga menambah dinamika dalam skuad Inggris menjelang laga melawan Ghana.

Latar Belakang Karier

Spence memulai debut profesionalnya bersama Middlesbrough sebelum pindah ke Tottenham Hotspur pada Juli 2022 dengan nilai transfer sekitar £20 juta termasuk add‑on. Perpindahan tersebut disertai harapan tinggi setelah masa pinjaman sukses di Nottingham Forest, namun ia harus menghadapi keraguan mantan manajer Spurs, Antonio Conte. Setelah tiga kali pinjaman, Spence akhirnya menancapkan kakinya di lini pertama Tottenham, mencatat lebih dari 3.000 menit bermain dalam 44 penampilan di semua kompetisi pada musim 2025/26.

Cedera dan Penampilan di Piala Dunia

Di tengah musim, Spence mengalami cedera serius berupa patah rahang setelah terkena siku lawan dalam pertandingan klub pada Mei 2026. Dokter menyarankan penggunaan masker pelindung pada rahang selama proses penyembuhan. Meskipun demikian, ia tetap dipanggil ke skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Pada laga pembuka melawan Kroasia, Spence masuk sebagai pengganti dan tampil dengan masker khusus yang menutupi dagu, menambah sorotan media internasional.

Penampilan Spence di turnamen tersebut tidak hanya menegaskan kemampuan bertahannya, tetapi juga menyoroti kecepatan dan agresivitasnya dalam duel satu lawan satu. Mantan kapten timnas, Gary Neville, bahkan menyebut Spence sebagai pilihan potensial untuk memperkuat lini belakang Inggris melawan Ghana, menilai sifat atletis dan semangat menyerangnya cocok menghadapi pemain cepat seperti Antoine Semenyo.

Statistik dan Perbandingan dengan Aaron Wan‑Bissaka

Sementara Spence menunjukkan performa solid, ia juga dibandingkan dengan Aaron Wan‑Bissaka, bek kanan West Ham yang kini menjadi incaran Everton. Data Premier League mengungkap Wan‑Bissaka mencatat empat gol dan 21 assist dalam 233 pertandingan, jauh di atas Spence yang memiliki satu gol dan dua assist dalam 59 penampilan. Namun, dalam aspek teknis, Spence unggul dalam jumlah umpan selesai, dribel, serta bola panjang per 90 menit. Ia juga mencatat lebih banyak tekel sukses, blok, dan penguasaan bola di zona akhir ketiga dibandingkan Wan‑Bissaka.

Statistik defensif Wan‑Bissaka seperti clearances, headed clearances, dan interceptions per 90 menit lebih tinggi, mencerminkan peran timnya yang lebih defensif. Perbedaan ini memberi Everton pilihan taktis: memilih pemain yang lebih menyerang (Spence) atau yang lebih kuat secara defensif (Wan‑Bissaka).

Minat Everton dan Prospek Transfer

Menurut laporan jurnalis Italia Gianluigi Longari, Everton menempatkan Spence sebagai salah satu dari empat target utama untuk posisi bek kanan, bersama Raul Bellanova (Atalanta), Aaron Wan‑Bissaka (West Ham), dan Guela Doue (Strasbourg). Kepergian Seamus Coleman sebagai free agent dan masalah kebugaran Nathan Patterson membuat klub Merseyside sangat membutuhkan reinforcemen di sisi kanan pertahanan.

Jika Everton berhasil mengamankan Spence, nilai transfer diperkirakan berada di kisaran £20‑25 juta, mengingat kontraknya dengan Tottenham masih berlaku hingga 2027. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan tawaran £10 juta yang disebutkan untuk Wan‑Bissaka, namun klub menilai potensi jangka panjang Spence lebih menguntungkan.

Momok Tambahan: Tuchel Lempar Bola Pertama di Kauffman Stadium

Selain aksi di lapangan, Spence juga tampil dalam momen non‑kompetitif saat manajer Inggris, Thomas Tuchel, melempar bola pertama di Kauffman Stadium, Kansas City, bersama Harry Kane, Dan Burn, dan Spence sendiri. Kegiatan tersebut menambah eksposur pemain muda ini di mata publik Amerika dan menegaskan peran pentingnya dalam skuad yang sedang beristirahat setelah kemenangan 4‑2 atas Kroasia.

Keseluruhan, Djed Spence telah melewati fase naik turun yang dramatis: dari kepindahan kontroversial ke Tottenham, cedera mengancam, hingga pemulihan cepat dan sorotan internasional. Dengan dukungan pelatih, mantan pemain, serta minat klub-klub besar, kariernya tampak berada pada titik krusial yang dapat menentukan masa depan baik di level klub maupun internasional.

Jika Everton dapat menyelesaikan transaksi, Spence diperkirakan akan menjadi salah satu pemain kunci dalam upaya Toffees kembali bersaing di papan atas Liga Primer dan berjuang untuk tempat di kompetisi Eropa musim depan.