LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat China, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa tekanan geopolitik global semakin menonjolkan pentingnya hubungan erat antara Indonesia dan China. Menurutnya, dinamika internasional yang dipengaruhi oleh persaingan kekuatan besar menuntut kedua negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang.
Djauhari menyampaikan bahwa situasi geopolitik saat ini—termasuk ketegangan di kawasan Indo-Pasifik, isu-isu perdagangan, serta tantangan keamanan regional—menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk memperdalam kemitraan strategis dengan China. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat ekonomi, melainkan juga mencakup bidang keamanan, teknologi, energi, dan kebudayaan.
Berikut beberapa bidang prioritas yang ditekankan dalam pernyataan Djauhari:
- Perdagangan dan investasi: meningkatkan volume perdagangan bilateral dan memperluas investasi di sektor infrastruktur.
- Energi dan sumber daya alam: kolaborasi dalam energi terbarukan serta pengelolaan sumber daya mineral.
- Teknologi dan inovasi: pertukaran teknologi, khususnya di bidang digitalisasi dan industri 4.0.
- Keamanan regional: kerja sama dalam penanggulangan terorisme, keamanan maritim, dan penegakan hukum internasional.
- Kebudayaan dan pendidikan: memperkuat pertukaran budaya, bahasa, serta program beasiswa.
Djauhari juga menekankan bahwa hubungan Indonesia‑China harus berlandaskan pada prinsip saling menghormati kedaulatan, tidak mencampuri urusan dalam negeri, dan mengedepankan win‑win solution. Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi penyeimbang terhadap tekanan geopolitik yang muncul, sekaligus mendukung stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia‑Pasifik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet