Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Komitmen Jaga Fiskal Prudent: Rasio Utang di Bawah 40%, Defisit APBN di Bawah 3%
Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Komitmen Jaga Fiskal Prudent: Rasio Utang di Bawah 40%, Defisit APBN di Bawah 3%

Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Komitmen Jaga Fiskal Prudent: Rasio Utang di Bawah 40%, Defisit APBN di Bawah 3%

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Pemerintah Indonesia, dipimpin oleh Menteri Keuangan Prabowo Subianto, menegaskan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah gejolak ekonomi global. Kebijakan ini bertujuan menahan lonjakan utang publik dan memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada level yang dapat dipertanggungjawabkan.

Target utama yang diumumkan mencakup rasio utang negara tidak melebihi 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB) serta defisit APBN dibatasi di bawah 3% PDB. Pencapaian kedua indikator tersebut dianggap krusial untuk mempertahankan kepercayaan investor dan menurunkan biaya pinjaman luar negeri.

Target Ambang Batas
Rasio Utang < 40% PDB
Defisit APBN < 3% PDB

Dalam rangka mencapainya, pemerintah berencana memperketat disiplin belanja, meningkatkan efisiensi pengumpulan pajak, dan menunda atau meninjau kembali proyek-proyek infrastruktur yang tidak esensial. Selain itu, kebijakan fiskal akan dipadukan dengan reformasi struktural di sektor energi dan pertanian untuk memperluas basis pajak.

Pengamat ekonomi menilai bahwa langkah ini selaras dengan standar internasional, terutama mengingat ketidakpastian geopolitik, inflasi global, dan fluktuasi nilai tukar. Jika berhasil, Indonesia dapat mempertahankan rating kredit yang stabil dan menurunkan beban bunga utang luar negeri.