Di Forum BRICS, Menlu RI Singgung Soal Negara Pengacau Tatanan Internasional
Di Forum BRICS, Menlu RI Singgung Soal Negara Pengacau Tatanan Internasional

Di Forum BRICS, Menlu RI Singgung Soal Negara Pengacau Tatanan Internasional

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Dalam pertemuan tahunan Forum BRICS yang diadakan di New Delhi, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menekankan pentingnya menegakkan hukum internasional secara konsisten tanpa menerapkan standar ganda. Ia menilai bahwa saat ini terdapat sejumlah negara yang berusaha memutarbalikkan tatanan global demi kepentingan sempit, yang dapat mengancam stabilitas dan keadilan internasional.

Sugiono mengajak seluruh anggota BRICS—Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan—untuk bersama‑sama melindungi prinsip‑prinsip dasar hukum internasional, termasuk kedaulatan, integritas teritorial, dan penyelesaian sengketa secara damai. Ia menyoroti tiga poin utama yang harus dijadikan fokus kolektif:

  • Penolakan terhadap praktik “standar ganda” di mana satu negara mematuhi aturan sambil menuntut pengecualian bagi dirinya sendiri.
  • Penguatan mekanisme multilateral yang dapat menyeimbangkan kepentingan besar dan kecil dalam sistem internasional.
  • Peningkatan kerja sama dalam bidang keamanan, perdagangan, dan perubahan iklim yang didasarkan pada aturan yang adil dan transparan.

Menlu Sugiono juga menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke‑sembilan di dunia, berkomitmen untuk menjadi jembatan dialog antar‑negara. Ia mengingatkan bahwa setiap upaya mengganggu tatanan internasional tidak hanya merugikan negara‑negara yang menjadi target, tetapi juga mengurangi kepercayaan global terhadap sistem yang telah lama dibangun.

Dalam sambutannya, Sugiono menutup dengan harapan bahwa forum BRICS dapat menjadi arena konstruktif untuk menegakkan keadilan hukum internasional, sekaligus memperkuat solidaritas di antara negara‑negara berkembang dalam menghadapi tantangan global.