Di cobek raksasa, kota bercerita

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Di sebuah lapangan terbuka yang berubah menjadi arena keramaian, sebuah cobek raksasa menjadi pusat perhatian warga dan pengunjung. Cobek setinggi tiga meter itu tidak hanya berfungsi sebagai objek visual, melainkan juga sebagai panggung bagi berbagai pertunjukan seni dan cerita yang menggambarkan kehidupan kota.

Tradisi penggunaan cobek dalam kegiatan sehari-hari sudah ada sejak ratusan tahun lalu, biasanya sebagai wadah menumbuk beras atau bumbu. Pada acara ini, cobek diangkat menjadi simbol warisan budaya yang dihidupkan kembali melalui narasi dan pertunjukan seni. Penyelenggara mengungkapkan bahwa pemilihan cobek raksasa bertujuan menumbuhkan rasa kebanggaan dan mengajak generasi muda mengenal nilai-nilai lokal.

Acara berlangsung selama tiga hari, dengan rangkaian kegiatan yang meliputi:

  • Pentas cerita rakyat yang dipentaskan oleh kelompok teater tradisional.
  • Workshop pembuatan cobek mini bagi anak-anak dan remaja.
  • Pertunjukan musik tradisional menggunakan alat musik bambu.
  • Stand kuliner khas daerah yang menawarkan masakan berbahan dasar beras dan rempah.

Walikota yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, “Cobek raksasa ini adalah cerminan identitas kita. Dengan menggabungkan seni, kuliner, dan edukasi, kita memperkuat ikatan antar generasi dan membuka peluang pariwisata budaya yang berkelanjutan.”

Keberhasilan “Di cobek raksasa, kota bercerita” memberikan contoh bagaimana elemen budaya dapat diintegrasikan ke dalam program kota yang inovatif. Diharapkan, konsep serupa dapat direplikasi di wilayah lain, menjadikan warisan lokal sebagai aset strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya.