LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Delegasi yang dibentuk oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) resmi berangkat pada Senin, 6 April 2026, sebagai bagian dari Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Keberangkatan dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dengan kapal kargo bernama Mahkota Damai yang dilengkapi fasilitas medis dan logistik.
Misi ini bertujuan menembus blokade yang diterapkan Israel di wilayah Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil yang terdampak konflik. Tim GPCI menargetkan tiba di pelabuhan Gaza dalam tiga minggu, tergantung kondisi keamanan di Laut Tengah.
Delegasi terdiri atas 45 anggota, meliputi aktivis, relawan, dokter, perawat, insinyur, serta pengacara hak asasi manusia. Salah satu tokoh terkemuka yang turut serta ialah Wanda Hamidah, mantan anggota DPR dan aktivis hak perempuan, yang menjabat sebagai koordinator lapangan.
Rute yang dipilih melintasi Selat Malaka, menyeberangi Samudra Hindia, lalu memasuki Terusan Suez sebelum memasuki Laut Merah. Sepanjang perjalanan, kapal akan melakukan pemberhentian singkat di beberapa negara untuk mengisi bahan bakar dan memperbarui koordinasi dengan otoritas maritim setempat.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, memberikan dukungan diplomatik dan logistik. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Gaza melalui jalur damai dan non‑militer.
Bantuan yang dibawa mencakup 200 ton makanan kering, 50.000 botol obat, peralatan medis darurat, serta 30 ton bahan bangunan ringan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Semua barang dikemas sesuai standar internasional untuk memastikan keamanan selama transportasi.
Berbagai organisasi internasional, termasuk Palang Merah Internasional dan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menilai upaya GPCI dapat memperkuat jaringan bantuan yang sudah ada dan meningkatkan tekanan moral terhadap pihak yang memberlakukan blokade.
Keberangkatan delegasi menandai langkah konkret Indonesia dalam menanggapi krisis Gaza. Seluruh tim berharap misi ini dapat menyalurkan bantuan tepat waktu, menembus rintangan politik, serta memperlihatkan solidaritas global terhadap korban konflik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet