LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap muda berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, mencuri perhatian dunia balap motor pada Grand Prix Jerez, Spanyol, 26 April 2026. Dengan start dari posisi ke‑17, rider debutan Honda Team Asia berhasil menembus enam besar klasemen sementara Moto3, menambahkan 10 poin dan mengantarkannya ke total 37 poin.
Prestasi ini tidak hanya menandai langkah besar bagi sang rider, tetapi juga menjadikannya satu‑satunya pembalap Honda yang masuk dalam 10 pembalap teratas klasemen sementara. Dari 28 pembalap yang berkompetisi, 18 menggunakan mesin KTM dan 10 sisanya memakai Honda. Dua posisi teratas klasemen didominasi oleh pembalap KTM, Maximo Quiles (90 poin) dan Alvaro Carpe (53 poin), sementara Veda berada di posisi keenam dengan selisih 53 poin dari pemuncak.
Statistik Balapan Jerez
Balapan di sirkuit Jerez berlangsung selama 19 lap dengan pemenang Maximo Quiles mencatatkan waktu 33:23,556. Adrian Fernandez (Leopard Racing) finis kedua, diikuti David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) di posisi ketiga. Veda menutup urutan enam, mengungguli lima pembalap lain setelah menembus posisi lima pada lap ke‑13 dan mempertahankan kecepatan hingga garis finis.
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | CFMoto Aspar Team | 90 |
| 2 | Alvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | 53 |
| 3 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | 49 |
| 4 | Valentin Perrone | Red Bull KTM Tech3 | 47 |
| 5 | Marco Morelli | CFMoto Aspar Team | 45 |
| 6 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 37 |
Keberhasilan Veda menembus posisi enam menambah kepercayaan diri timnya menjelang seri kelima di Sirkuit Le Mans, Prancis, pada 10 Mei 2026. Dalam konferensi pers sesaat setelah balapan, Veda menyampaikan, “Masih ada hal‑hal yang perlu ditingkatkan, namun saya mengambil semua pelajaran dari akhir pekan ini dan sudah menantikan balapan di Le Mans.”
Rookie of the Year: Veda Memimpin Daftar
Dalam klasemen khusus Rookie of the Year, Veda berada di puncak dengan 37 poin, mengungguli rival terdekatnya, Brian Uriarte (Spanyol) yang mengumpulkan 28 poin. Dari delapan rookie yang bersaing di Moto3 2026, Veda memiliki catatan terbaik: finis 5 di GP Thailand, 3 di GP Brasil, dan 6 di Jerez. Poinnya jauh melampaui rookie lain seperti Rico Salmela (21 poin) dan Casey O’Gorman (12 poin).
Keberhasilan ini tidak lepas dari pujian media internasional. Majalah Speedweek asal Jerman menulis, “Performa Veda Pratama sekali lagi luar biasa. Pembalap rookie Honda Asia ini finis di posisi keenam, di belakang Alvaro Carpe.” Pujian tersebut menambah eksposur Veda di kancah balap global.
Analisis Kekuatan dan Tantangan Kedepan
- Kecepatan start: Veda berhasil melaju dari posisi 17 ke 14 pada lap pertama, menunjukkan start yang bersih.
- Strategi overtaking: Memanfaatkan celah di antara pembalap KTM, ia berhasil menyalip 11 rider dalam satu balapan.
- Konsistensi: Poin yang dikumpulkan secara stabil meningkatkan peluangnya bersaing di papan atas.
- Tantangan: Selisih 53 poin dari Maximo Quiles menuntut peningkatan kecepatan lap dan strategi pit stop.
Jika Veda dapat mempertahankan pola kenaikan poin dan memperbaiki performa di lintasan dengan karakteristik berbeda, ia berpotensi menembus lima besar klasemen umum sebelum akhir musim.
Secara keseluruhan, debut Veda Ega Pratama di Moto3 2026 memberikan gambaran kuat tentang masa depan pembalap Indonesia di level dunia. Dengan dukungan tim, mesin Honda, dan semangat kompetitif yang tinggi, Veda tidak hanya menjadi sorotan di antara rider rookie, tetapi juga menyiapkan diri untuk menjadi ancaman serius bagi dominasi KTM di kelas ini.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet