Dari Dapur ke Rak Ritel: Jogja Siapkan “Rantai Nilai Lengkap” Industri F&B 2026
Dari Dapur ke Rak Ritel: Jogja Siapkan “Rantai Nilai Lengkap” Industri F&B 2026

Dari Dapur ke Rak Ritel: Jogja Siapkan “Rantai Nilai Lengkap” Industri F&B 2026

LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Jogja kembali menjadi sorotan nasional dengan serangkaian pameran yang dirancang untuk menguatkan rantai nilai industri makanan dan minuman (F&B) hingga tahun 2026. Lebih dari 110 perusahaan, produsen, dan pelaku usaha diprediksi akan mengisi tiga hall utama di Jogja Expo Center (JEC) selama rangkaian acara Food & Beverage Expo 2026, Jogja Pack & Process Expo 2026, dan Jogja Printing Expo 2026.

Pameran Food & Beverage Expo 2026 menampilkan inovasi produk, tren konsumen, serta teknologi produksi yang dapat memperpendek jarak antara dapur produksi dan rak ritel. Sementara Jogja Pack & Process Expo 2026 fokus pada solusi pengemasan dan proses manufaktur yang efisien, dan Jogja Printing Expo 2026 menyoroti teknologi cetak kemasan serta branding produk.

  • Food & Beverage Expo 2026 – fokus pada produk makanan & minuman baru serta pemasaran.
  • Jogja Pack & Process Expo 2026 – menampilkan peralatan pengemasan dan proses produksi.
  • Jogja Printing Expo 2026 – menampilkan inovasi cetak kemasan dan desain grafis.

Berikut perkiraan data partisipasi tiap pameran:

Pameran Fokus Utama Perkiraan Peserta
Food & Beverage Expo 2026 Produk & Tren Konsumen 45 perusahaan
Jogja Pack & Process Expo 2026 Pengemasan & Proses 35 perusahaan
Jogja Printing Expo 2026 Cetak & Branding 30 perusahaan

Dengan mengintegrasikan ketiga pameran dalam satu rangkaian, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendukung semua tahapan produksi—dari pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga pemasaran di ritel. Inisiatif ini juga diharapkan dapat menarik investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat posisi Jogja sebagai pusat inovasi F&B di Indonesia.

Para pelaku industri menyambut baik program ini, menyatakan bahwa adanya satu tempat bertemu para supplier, produsen, dan retailer akan mempermudah kolaborasi serta mengurangi biaya logistik. Selain itu, dukungan pemerintah dalam bentuk fasilitas pameran, seminar, dan workshop diyakini dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal.

Rangkaian pameran dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada akhir September 2026, dengan harapan dapat menjadi ajang tahunan yang berkelanjutan bagi pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.