Dari Bali, Seruan Persatuan Menggema di Dharma Santi 2026

LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Denpasar, Bali – Puncak perayaan Dharma Santi Nasional 2026 digelar di Pulau Dewata dengan agenda menekankan nilai persatuan dan toleransi antarumat beragama. Acara yang berlangsung selama tiga hari itu menandai penutup rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948, sekaligus menegaskan komitmen bangsa dalam menjaga kerukunan sosial.

Rangkaian upacara dimulai dengan pembacaan mantra Nyepi yang diikuti oleh prosesi patung-patung suci, serta tarian tradisional Bali yang menampilkan gerakan lemah gemulai menggambarkan filosofi hidup selaras. Selama acara, sejumlah tokoh nasional, termasuk Gubernur Bali, Menteri Kebudayaan, serta perwakilan lembaga keagamaan, menyampaikan pidato yang menyoroti pentingnya semangat gotong‑royong, saling menghormati, dan persatuan dalam keragaman.

Berikut inti pesan yang disampaikan dalam Dharma Santi 2026:

  • Penguatan nilai toleransi melalui dialog antar‑umat beragama.
  • Penghargaan terhadap warisan budaya lokal sebagai identitas nasional.
  • Pemanfaatan semangat Nyepi untuk refleksi diri dan kebersamaan.
  • Komitmen pemerintah dalam melindungi kebebasan beribadah.

Beragam elemen budaya turut dipertunjukkan, mulai dari gamelan, wayang kulit, hingga pertunjukan tari Barong dan Legong. Penonton yang terdiri dari warga setempat, wisatawan domestik, serta delegasi internasional memberikan respon positif, menyatakan bahwa acara tersebut berhasil menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat.

Selain pertunjukan seni, Dharma Santi 2026 juga menyajikan forum diskusi yang membahas tantangan pluralisme di era digital. Para pakar menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini, serta peran media sosial dalam menyebarkan pesan damai.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbol Dharma Santi kepada pemerintah pusat, menandakan kelanjutan tradisi tahunan yang akan datang. Harapannya, pesan persatuan yang menggema di Bali ini dapat menular ke seluruh penjuru Nusantara, memperkokoh persaudaraan bangsa dalam menghadapi dinamika masa depan.