Dapat Nomor Urut 2, Jona Usung Kolaborasi dan Persatuan di Munas Hipmi

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | JAKARTA – Pada Jumat, 24 April 2026, proses penentuan nomor urut calon ketua umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) Hipmi berlangsung di Jakarta. Dalam acara pengundian tersebut, Jona memperoleh nomor urut 2, menandai langkah penting dalam kontestasi kepemimpinan organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia.

Pengundian nomor urut ini menjadi momen simbolik bagi para kandidat untuk menegaskan strategi kampanye mereka menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi yang dijadwalkan pada akhir Mei. Jona, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua daerah Hipmi di Jawa Barat, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan persatuan di antara anggota Hipmi untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional.

  • Nomor urut 2 memberikan posisi strategis di antara lima kandidat yang bersaing.
  • Jona berjanji akan memperkuat jaringan kerjasama antara anggota Hipmi, pemerintah, dan lembaga keuangan.
  • Fokus utama programnya mencakup peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM, inovasi digital, dan pelatihan kepemimpinan.

Dalam pidatonya setelah pengundian, Jona menekankan, “Kita harus bersatu, bukan bersaing secara sempit. Hipmi memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, asalkan semua pihak bekerja sama.” Ia juga mengajak para calon lainnya untuk mengedepankan semangat persatuan demi tercapainya visi bersama.

Calon Nomor Urut Basis
Andi Pratama 1 Jakarta
Jona 2 Jawa Barat
Siti Nurhaliza 3 Jawa Timur
Rudi Hartono 4 Sumatra Barat
Yusuf Maulana 5 Kalimantan Selatan

Para anggota Hipmi diharapkan akan menilai kandidat tidak hanya dari nomor urut, melainkan dari visi, program, serta kemampuan membangun sinergi. Musyawarah Nasional Hipmi akan menjadi ajang final di mana anggota dari seluruh Indonesia akan memilih ketua umum baru yang akan memimpin organisasi selama dua tahun ke depan.

Jika terpilih, Jona berencana meluncurkan inisiatif “Hipmi Kolaboratif 2027” yang mencakup forum bulanan antara pengusaha muda, pelatihan digital, dan skema pendanaan bersama bank mitra. Inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.