Danantara: DSI cegah ‘transfer pricing’, bukan ambil alih ekspor SDA
Danantara: DSI cegah ‘transfer pricing’, bukan ambil alih ekspor SDA

Danantara: DSI cegah ‘transfer pricing’, bukan ambil alih ekspor SDA

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan alasan dibentuknya PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) bukan untuk mengambil alih ekspor sumber daya alam (SDA), melainkan untuk mencegah praktik transfer pricing yang dapat merugikan negara.

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh Dony Oskaria:

  • Pengawasan harga: DSI akan memantau setiap transaksi ekspor untuk memastikan tidak ada penetapan harga yang tidak sesuai dengan nilai pasar.
  • Kepatuhan regulasi: Semua kegiatan ekspor akan mematuhi peraturan perpajakan dan kebijakan perdagangan yang berlaku di Indonesia.
  • Transparansi: Laporan keuangan dan operasional DSI akan dibuka untuk audit eksternal guna meningkatkan kepercayaan publik.

Oskaria juga menekankan bahwa DSI tidak berencana mengambil alih aset atau perusahaan yang sudah ada. Sebaliknya, DSI berperan sebagai fasilitator yang membantu perusahaan domestik meningkatkan kompetitivitas di pasar global.

Para pengamat ekonomi menilai langkah ini sebagai upaya pemerintah untuk menutup celah yang selama ini dimanfaatkan oleh beberapa pelaku industri dalam mengalihkan keuntungan ke luar negeri melalui mekanisme transfer pricing. Jika berhasil, kebijakan ini dapat menambah penerimaan negara dari sektor SDA sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Ke depannya, DSI berencana memperluas kerjasama dengan lembaga keuangan dan auditor independen untuk mengimplementasikan standar internasional dalam penetapan harga dan pelaporan. Dengan demikian, diharapkan praktik transfer pricing dapat diminimalisir, sementara ekspor SDA tetap menjadi sumber devisa yang stabil bagi perekonomian nasional.