Dampak Kenaikan Harga Pertamax akan Mulai Terasa meski Tak Signifikan, ini Hitungan CORE
Dampak Kenaikan Harga Pertamax akan Mulai Terasa meski Tak Signifikan, ini Hitungan CORE

Dampak Kenaikan Harga Pertamax akan Mulai Terasa meski Tak Signifikan, ini Hitungan CORE

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax, diproyeksikan akan menambah tekanan inflasi di Indonesia sekitar 0,3‑0,4 % pada bulan Juni 2026. Meskipun persentase tersebut tampak kecil, dampaknya terasa pada sejumlah sektor, terutama transportasi dan logistik.

Berikut beberapa poin penting yang perlu dipahami terkait kenaikan harga Pertamax dan perhitungan CORE (Cost of Running Estimate):

  • Peningkatan Harga: Harga eceran Pertamax diperkirakan naik 150‑200 rupiah per liter dibandingkan harga sebelumnya.
  • Pengaruh pada Konsumen: Pengguna kendaraan pribadi yang menempuh rata‑rata 1.000 km per bulan akan menambah pengeluaran bahan bakar sekitar 300‑400 ribu rupiah.
  • Dampak pada Transportasi Umum: Armada bus dan truk komersial yang mengandalkan Pertamax akan mengalami kenaikan biaya operasional yang dapat diteruskan ke tarif penumpang atau harga barang.

Berikut tabel ringkas perhitungan CORE untuk mobil pribadi dengan konsumsi 12 km/liter:

Parameter Sebelum Kenaikan Sesudah Kenaikan
Harga Pertamax (per liter) Rp9.800 Rp10.000 – Rp10.050
Biaya per 100 km Rp81.667 Rp84.000 – Rp84.208
Biaya tambahan per bulan (1.000 km) Rp2.333 – Rp2.541

Walaupun peningkatan biaya per kilometer terkesan kecil, akumulasi pada skala nasional dapat meningkatkan tekanan inflasi, terutama karena BBM merupakan komponen penting dalam biaya transportasi dan produksi barang.

Untuk mengurangi dampak, konsumen disarankan mempertimbangkan alternatif seperti mengoptimalkan rute, memanfaatkan kendaraan dengan efisiensi bahan bakar lebih tinggi, atau beralih ke bahan bakar alternatif bila memungkinkan.