LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan peningkatan signifikan jumlah penumpang kereta api di Sumatera Barat selama lima tahun terakhir. Data internal menunjukkan pertumbuhan sebesar 81 persen, menjadikan provinsi ini salah satu pasar paling dinamis dalam jaringan kereta nasional.
Rata‑rata penumpang tahunan naik dari sekitar 100.000 pada tahun 2019 menjadi hampir 181.000 pada akhir 2024. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan layanan, perbaikan fasilitas stasiun, serta kebijakan tarif yang lebih kompetitif.
| Tahun | Penumpang (ribu) |
|---|---|
| 2019 | 100 |
| 2020 | 108 |
| 2021 | 115 |
| 2022 | 130 |
| 2023 | 155 |
| 2024 | 181 |
Seiring dengan tren positif tersebut, KAI mulai meninjau kembali jalur‑jalur yang telah lama tidak beroperasi (jalur mati). Reaktivasi dipandang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan jaringan dan memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Rencana reaktivasi meliputi beberapa tahapan utama:
- Audit teknis dan ekonomi pada setiap jalur mati untuk menilai kelayakan.
- Pengadaan dana melalui kerja sama publik‑privat serta alokasi anggaran internal.
- Peningkatan infrastruktur, termasuk perbaikan rel, sinyal, dan stasiun pendukung.
- Pelatihan ulang tenaga kerja dan penyesuaian jadwal operasional.
- Pemasaran layanan baru kepada masyarakat dan sektor logistik.
KAI menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada hasil evaluasi dan ketersediaan sumber daya. Jika berhasil, reaktivasi jalur‑jalur tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas jaringan, mengurangi beban jalan raya, serta membuka peluang ekonomi baru bagi wilayah Sumatera Barat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet