LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hari ini mengeluarkan prakiraan cuaca terperinci untuk wilayah ibu kota serta sejumlah provinsi di Indonesia pada periode 5 hingga 6 Juni 2026. Data terbaru menunjukkan suhu maksimum mencapai 35 °C di beberapa area Jakarta, sementara kondisi berawan dan potensi hujan ringan mengintai wilayah Kalimantan Timur dan Banten. Dinamika atmosfer yang kompleks juga menimbulkan kekhawatiran akan banjir di beberapa daerah, terutama menjelang musim kemarau.
Jakarta: Berawan, Panas, dan Kelembapan Tinggi
Seluruh wilayah Jakarta diprediksi tetap berawan hingga cerah berawan sepanjang hari Jumat, 5 Juni. Suhu maksimum berkisar antara 26‑35 °C dengan kelembapan mencapai 90 %. Berikut rangkuman suhu dan kelembapan per wilayah:
- Jakarta Pusat: 26‑34 °C, kelembapan 47‑90 %.
- Jakarta Barat: 26‑34 °C, kelembapan 47‑91 %.
- Jakarta Selatan: 25‑35 °C, kelembapan 44‑92 % (wilayah terpanas).
- Jakarta Utara: 26‑33 °C, kelembapan 53‑91 %.
- Jakarta Timur: 26‑35 °C, kelembapan 45‑92 %.
- Kepulauan Seribu: 28‑30 °C, kelembapan 65‑83 % (lebih sejuk).
Memasuki Sabtu, 6 Juni, kondisi cuaca tidak berubah signifikan. Langit tetap didominasi awan dengan suhu sedikit menurun menjadi 25‑34 °C di sebagian besar wilayah, dan kelembapan tetap tinggi, menandakan potensi rasa gerah yang berkelanjutan bagi penduduk kota.
Kalimantan Timur: Hujan Ringan di Beberapa Kabupaten
Di Kalimantan Timur, BMKG memprediksi hujan ringan pada Jumat, terutama di Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, serta kota Balikpapan dan Bontang. Kabupaten Kutai Timur diperkirakan berawan, sementara Penajam Paser Utara dan Kota Samarinda mengalami udara kabur. Suhu di wilayah ini berkisar 22‑33 °C. Pada Sabtu, cuaca beralih ke kondisi berawan dan udara kabur di sebagian besar area, tanpa hujan signifikan.
Banten: Berawan dengan Risiko Hujan Sedang
Provinsi Banten menunjukkan pola berawan pada Jumat dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah daerah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Sabtu diprediksi tetap berawan di seluruh wilayah, menandakan tidak ada perubahan drastis dalam intensitas hujan.
Dinamika Atmosfer dan Risiko Banjir Musim Kemarau
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyoroti bahwa fenomena gelombang Rossby ekuator, gelombang Kelvin, serta Madden‑Julian Oscillation (MJO) dapat memicu variasi harian yang signifikan. Meskipun Indonesia memasuki fase kemarau, curah hujan masih dapat turun di beberapa wilayah, meningkatkan risiko banjir bandang terutama di daerah dengan drainase terbatas.
Fathani mengingatkan bahwa hanya sekitar 24 % dari 699 Zona Musim (ZOM) yang resmi masuk masa kemarau hingga akhir Mei, sementara sisanya baru akan beralih pada Juni. Interferensi manusia, seperti pembangunan perumahan masif dan pendangkalan sungai, memperparah kerentanan terhadap banjir meski hujan tidak terlalu deras.
Kerjasama Internasional: Prancis dan BMKG Perkuat Penelitian Iklim
Di samping prediksi cuaca, BMKG juga menjalin kolaborasi dengan Institut de Recherche pour le Développement (IRD) dari Prancis. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan teknologi mitigasi bencana, pemantauan gunung berapi, serta pemodelan iklim berbasis data satelit. IRD memberikan peralatan baru untuk deteksi vulkanik dan seismik, yang akan diintegrasikan ke sistem peringatan dini Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas BMKG dalam memberikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan di masa transisi kemarau.
Dengan suhu maksimum mencapai 35 °C di Jakarta, potensi hujan ringan di Kalimantan Timur, serta dinamika atmosfer yang kompleks, BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan publik. Masyarakat disarankan untuk memantau informasi cuaca secara berkala, mengamankan barang berharga dari kemungkinan banjir, dan menghindari aktivitas luar ruangan pada puncak suhu. Upaya mitigasi yang dipadukan dengan dukungan teknologi internasional diharapkan dapat mengurangi dampak bencana alam di masa mendatang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet