COO Danantara Dony Oskaria Tegaskan Ekspor SDA Lewat DSI Tidak Merugikan Pengusaha
COO Danantara Dony Oskaria Tegaskan Ekspor SDA Lewat DSI Tidak Merugikan Pengusaha

COO Danantara Dony Oskaria Tegaskan Ekspor SDA Lewat DSI Tidak Merugikan Pengusaha

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan terbaru, Chief Operating Officer (COO) PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), Danantara Dony Oskaria, menegaskan bahwa kebijakan sentralisasi penjualan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui perusahaannya tidak dimaksudkan untuk merugikan pelaku usaha domestik.

Oskaria menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global. Menurutnya, sentralisasi ini akan memudahkan koordinasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan para eksportir dalam mengelola volume dan kualitas produk yang diekspor.

Alasan di Balik Sentralisasi

  • Standarisasi proses: Dengan satu entitas yang mengelola penjualan, standar kualitas dan prosedur kepabeanan dapat diterapkan secara konsisten.
  • Pengawasan yang lebih ketat: Meminimalisir praktik ilegal seperti penambangan liar atau ekspor tanpa izin.
  • Optimasi harga: Penggabungan volume ekspor memungkinkan negosiasi harga yang lebih kompetitif di pasar internasional.

Dampak bagi Pengusaha Lokal

Beberapa pengusaha mengkhawatirkan bahwa sentralisasi dapat mengurangi peluang mereka untuk berpartisipasi dalam ekspor. Oskaria menanggapi dengan menyatakan bahwa DSI akan tetap membuka ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melalui skema kemitraan, pelatihan, dan akses ke pasar luar negeri.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan menutup pintu bagi perusahaan lokal, melainkan akan memberikan platform yang lebih terstruktur untuk menyalurkan produk SDA ke pasar global.

Langkah Konkret yang Direncanakan

  1. Penyusunan mekanisme kemitraan antara DSI dan UKM yang meliputi pembagian profit dan transfer teknologi.
  2. Penyediaan program pelatihan tentang standar internasional, prosedur ekspor, dan manajemen rantai pasok.
  3. Pembentukan tim pengawasan internal untuk memastikan kepatuhan dan transparansi dalam setiap transaksi.

Dengan strategi ini, Oskaria berharap Indonesia dapat meningkatkan nilai ekspor SDA tanpa mengorbankan kepentingan pengusaha dalam negeri.