LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Wang Yi, menegaskan komitmen Beijing untuk memperkuat hubungan dengan Myanmar setelah terbentuknya pemerintahan baru di negara tersebut.
Pertemuan bilateral yang berlangsung di Beijing ini mencakup pembahasan kerja sama di bidang politik, ekonomi, serta keamanan. Wang Yi menekankan bahwa stabilitas politik di Myanmar menjadi kepentingan bersama, terutama dalam upaya melawan terorisme dan kejahatan lintas batas.
Pemerintahan baru Myanmar, yang dipimpin oleh State Administration Council (SAC) setelah kudeta militer pada Februari 2021, kini berupaya mendapatkan legitimasi internasional. Tiongkok, sebagai mitra strategis terdekat, berjanji akan meningkatkan dialog serta memperluas investasi di sektor energi, infrastruktur, dan perdagangan.
- Penambahan volume perdagangan bilateral diproyeksikan meningkat hingga 15% dalam dua tahun ke depan.
- Proyek jalur kereta api dan pelabuhan di pantai selatan Myanmar akan mendapat dukungan finansial dari bank-bank China.
- Kerjasama keamanan mencakup pertukaran intelijen dan latihan militer bersama.
Para analis politik menilai langkah Beijing ini sebagai upaya menjaga pengaruh di kawasan Indo‑Pasifik sekaligus menyeimbangkan kepentingan negara lain, terutama Amerika Serikat, yang juga meningkatkan tekanan terhadap rezim militer Myanmar.
Di sisi lain, kelompok-kelompok pro‑demokrasi di Myanmar mengkritik kebijakan luar negeri Tiongkok, menganggapnya sebagai legitimasi tacit terhadap pemerintahan militer. Namun, pemerintah Myanmar menanggapi bahwa dukungan Tiongkok bersifat non‑intervensi dan berfokus pada pembangunan ekonomi.
Dengan agenda kunjungan selanjutnya yang direncanakan pada kuartal berikutnya, kedua negara berharap dapat menandatangani memorandum of understanding (MoU) di bidang energi terbarukan serta memperkuat kerja sama multilateral di forum ASEAN.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet