Chery Ungkap Teknologi Baterai Solid-State untuk Jarak Tempuh EV 1.500 km
Chery Ungkap Teknologi Baterai Solid-State untuk Jarak Tempuh EV 1.500 km

Chery Ungkap Teknologi Baterai Solid-State untuk Jarak Tempuh EV 1.500 km

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Produsen mobil asal Tiongkok, Chery, mengumumkan bahwa mereka tengah mengembangkan teknologi baterai solid-state yang diharapkan dapat memperpanjang jarak tempuh kendaraan listrik (EV) hingga 1.500 kilometer per pengisian. Teknologi ini menjadi langkah signifikan dalam upaya mengatasi keterbatasan jangkauan yang menjadi salah satu kendala utama adopsi EV secara massal.

Berbeda dengan baterai lithium‑ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair, baterai solid-state memanfaatkan elektrolit padat. Keunggulan utama dari desain ini antara lain:

  • Keamanan yang lebih tinggi karena risiko kebocoran atau kebakaran berkurang.
  • Densitas energi yang lebih besar, memungkinkan penyimpanan lebih banyak tenaga dalam volume yang sama.
  • Waktu pengisian yang lebih singkat, diperkirakan dapat mengisi penuh dalam kurang dari 15 menit.

Chery menyatakan bahwa prototipe pertama dengan kapasitas 500 kWh telah berhasil diuji di laboratorium, dan hasil percobaan menunjukkan kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.500 km pada kondisi standar. Pengujian lanjutan termasuk evaluasi performa pada suhu ekstrim serta siklus pengisian‑pengosongan berulang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

Jika teknologi ini berhasil diintegrasikan ke dalam model produksi, dampaknya tidak hanya pada konsumen Indonesia, melainkan juga pasar global. Jarak tempuh yang jauh dapat mengurangi kebutuhan infrastruktur pengisian cepat, sekaligus meningkatkan daya tarik EV bagi pengguna yang mengutamakan kebebasan perjalanan jauh.

Namun, tantangan produksi massal baterai solid-state masih tetap besar. Faktor utama meliputi biaya material, proses manufaktur yang lebih kompleks, dan kebutuhan akan standar keamanan baru. Chery menargetkan peluncuran kendaraan komersial berbasis baterai solid-state pada akhir 2026, dengan harapan dapat bersaing dengan produsen lain yang juga tengah meneliti teknologi serupa.