Chery Guncang Pasar Global: Dari Penjualan di Afrika Selatan hingga Peluncuran EV Canggih di Indonesia
Chery Guncang Pasar Global: Dari Penjualan di Afrika Selatan hingga Peluncuran EV Canggih di Indonesia

Chery Guncang Pasar Global: Dari Penjualan di Afrika Selatan hingga Peluncuran EV Canggih di Indonesia

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Chery, produsen mobil asal Tiongkok yang telah menjadi salah satu eksportir terbesar di dunia, kini berada di sorotan utama. Keberhasilan penjualan di Afrika Selatan, peluncuran mobil listrik kompak Chery Q di Indonesia, serta strategi pemasaran internasional melalui selebriti olahraga menandai transformasi besar bagi merek tersebut.

Penetrasi Pasar Afrika Selatan dan Isu Purna Jual

Sejak kembali ke pasar Afrika Selatan pada tahun 2021, Chery tumbuh menjadi salah satu merek mobil dengan pertumbuhan tercepat. Model Chery Tiggo 4 Pro mencatat sejarah dengan menjadi mobil penumpang terlaris di negara tersebut, menandai pertama kalinya mobil buatan China menempati puncak penjualan. Harga yang kompetitif dan spesifikasi tinggi membuat konsumen beralih dari mobil bekas ke kendaraan baru berharga terjangkau.

Namun, lonjakan penjualan ini menimbulkan tantangan baru. Seorang pelanggan di Gauteng mengeluhkan penundaan perbaikan selama lima bulan karena suku cadang tidak tersedia. Kendaraan plug‑in hybrid miliknya mengalami kerusakan kosmetik, namun proses perbaikan terhambat oleh kekurangan suku cadang dan kesalahan pemasokan. Meskipun Chery menyediakan mobil sewa bermesin bensin senilai R612.000, pelanggan tersebut menilai hal itu tidak adil mengingat ia telah membayar mobil listrik premium. Keluhan serupa dilaporkan oleh beberapa pemilik Tiggo lainnya, menyoroti kesenjangan antara agresifnya strategi penjualan dan kesiapan infrastruktur layanan purna jual di pasar baru.

Chery Q: Mobil Listrik Kompak yang Siap Mengubah Mobilitas Urban Indonesia

Di pasar domestik Indonesia, Chery meluncurkan Chery Q, sebuah electric vehicle (EV) berkelas compact yang ditujukan bagi konsumen perkotaan. Dengan harga perkiraan sekitar Rp 200‑2xx juta, mobil ini menargetkan segmen menengah ke atas yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan.

  • Fitur keselamatan: 20 sistem ADAS, kamera 540 derajat.
  • Infotainment: Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.
  • Kabin: wheelbase 2.700 mm, legroom belakang 977 mm, kapasitas bagasi total 1.520 liter melalui konsep dual trunk.
  • Pengisian cepat: 30‑80 % daya dalam 16,5 menit.

Keunggulan teknis tersebut menempatkan Chery Q di atas banyak kompetitor EV kelas serupa, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan mobil praktis untuk menghadapi kemacetan serta tetap terhubung secara digital.

Isu Keamanan Infrastruktur Pengisian Daya

Terlepas dari antusiasme pasar, insiden pada unit SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di Yogyakarta menimbulkan kekhawatiran. Pada 15 Mei 2026, sebuah charger roboh menimbulkan potensi bahaya fisik di sekitarnya. PLN menegaskan bahwa risiko utama bukan ledakan melainkan bahaya jatuh pada objek atau orang di sekitar. Kejadian ini menambah tekanan pada pemerintah dan produsen untuk memperkuat standar keamanan infrastruktur pengisian EV.

Strategi Global: Brand Ambassador Robert Lewandowski

Untuk memperkuat citra global, Chery mengangkat bintang sepak bola dunia, Robert Lewandowski, sebagai duta merek. Pengumuman ini dilakukan di pusat operasi Eropa Chery di Barcelona, di mana Lewandowski menerima kunci Tiggo 9 CSH. Lewandowski menekankan nilai “For Family” yang sejalan dengan filosofi Chery, menjanjikan kolaborasi yang menargetkan pasar Eropa dan Amerika Latin.

Pemilihan selebriti non‑China ini mengikuti jejak aktor Daniel Craig yang menjadi wajah Denza, serta upaya Geely yang melibatkan selebriti lokal di Amerika Selatan. Langkah tersebut mencerminkan kebutuhan produsen China untuk mengatasi penurunan penjualan domestik—penjualan mobil di China turun 25,5 % pada April 2026—dengan menambah nilai merek melalui figur internasional.

Prospek Penjualan EV Luar Negeri

Chery menargetkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di luar negeri sebesar 27 % pada tahun 2026, dengan harapan segmen NEV (New Energy Vehicles) menyumbang 65‑70 % dari total ekspor. Target jangka panjang perusahaan adalah mencapai 1,5 juta unit penjualan tahunan di pasar internasional, naik 12 % dibandingkan tahun sebelumnya. Fokus utama termasuk pasar Eropa, Amerika Latin, dan kemungkinan masuk ke pasar Amerika Serikat, meski masih dipengaruhi faktor regulasi dan persaingan.

Dengan kombinasi produk inovatif, strategi pemasaran berbasis selebriti, dan ambisi ekspor yang kuat, Chery berpotensi menjadi pemain utama dalam revolusi mobil listrik global. Namun, tantangan pada jaringan layanan purna jual dan keamanan infrastruktur pengisian daya harus segera diatasi untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.