LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Asosiasi Sepak Bola China (CFA) mengumumkan pada Kamis, 21 Mei 2024, bahwa 17 orang telah dijatuhi sanksi seumur hidup karena terlibat dalam praktik pengaturan skor pertandingan.
Pengumuman ini merupakan gelombang sanksi ketiga yang dikeluarkan oleh CFA dalam rangka memberantas kecurangan di kompetisi domestik. Sanksi tersebut mencakup larangan permanen untuk berpartisipasi dalam semua aktivitas resmi yang diselenggarakan oleh CFA, baik sebagai pemain, pelatih, ofisial, maupun dalam kapasitas administratif.
Berikut ini rincian sanksi yang diterapkan:
- Larangan permanen berkompetisi sebagai pemain atau pelatih pada semua level liga.
- Penolakan hak untuk menjadi ofisial pertandingan, termasuk wasit dan asisten wasit.
- Penghapusan hak kepemilikan klub atau peran manajerial dalam struktur klub yang terdaftar di bawah naungan CFA.
- Pembekuan semua penghargaan dan tunjangan yang pernah diterima terkait aktivitas sepak bola profesional.
Daftar nama yang terkena sanksi meliputi sejumlah pemain senior, pelatih, serta pejabat klub yang terbukti terlibat dalam skema pengaturan skor. Identitas lengkap mereka tidak dipublikasikan secara penuh untuk melindungi proses hukum, namun CFA menegaskan bahwa bukti yang dimiliki meliputi rekaman percakapan, transaksi keuangan, serta laporan penyelidikan independen.
Pengaturan skor yang terjadi melibatkan sejumlah pertandingan liga utama dan kompetisi piala domestik selama dua musim terakhir. Investigasi mengungkap bahwa pelaku menggunakan jaringan perantara untuk mempengaruhi hasil pertandingan dengan imbalan finansial signifikan.
Ketua CFA, Wang Jun, menegaskan komitmen asosiasi untuk menjaga integritas kompetisi. Ia menyatakan, “Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merusak sportivitas dan kepercayaan publik. Sanksi seumur hidup ini merupakan peringatan tegas bagi siapa pun yang mempertimbangkan kecurangan.”
Selain sanksi administratif, pihak berwenang China juga membuka penyelidikan kriminal terhadap para pelaku, dengan potensi hukuman penjara yang dapat dijatuhkan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi efek jera bagi seluruh ekosistem sepak bola China, serta memperkuat upaya pencegahan kecurangan di masa mendatang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet