Cermati Perkembangan AS-Israel Vs Iran, SKK Migas Proyeksikan ICP 2027 di Level USD 80 per Barel
Cermati Perkembangan AS-Israel Vs Iran, SKK Migas Proyeksikan ICP 2027 di Level USD 80 per Barel

Cermati Perkembangan AS-Israel Vs Iran, SKK Migas Proyeksikan ICP 2027 di Level USD 80 per Barel

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali mencuat setelah serangkaian insiden militer di wilayah Timur Tengah. Konflik geopolitik ini tidak hanya mengundang perhatian dunia politik, tetapi juga memengaruhi pasar energi global, khususnya harga minyak mentah.

Dalam konteks tersebut, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan proyeksi harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk tahun 2027. Menurutnya, rata‑rata ICP diperkirakan akan berada pada level USD 80 per barel, mencerminkan ekspektasi kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik.

Faktor‑faktor yang mendorong proyeksi ICP

  • Ketegangan AS‑Israel vs Iran: Ancaman gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia dapat menimbulkan premi risiko pada harga minyak mentah.
  • Permintaan global yang pulih: Pemulihan ekonomi pasca‑pandemi meningkatkan konsumsi energi, terutama di Asia.
  • Kebijakan produksi OPEC+: Penyesuaian kuota produksi oleh negara‑negara produsen dapat memengaruhi keseimbangan penawaran‑permintaan.

Proyeksi Harga ICP 2027

Tahun ICP (USD/barel)
2024 70
2025 74
2026 78
2027 80

Jika skenario di atas terwujud, kenaikan harga ICP akan berdampak pada sejumlah sektor di dalam negeri. Produsen minyak dalam negeri dapat memperoleh margin yang lebih baik, sementara konsumen energi, termasuk industri manufaktur dan transportasi, mungkin menghadapi tekanan biaya.

Selain itu, fluktuasi harga minyak global akibat konflik AS‑Israel vs Iran dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pengekspor minyak mentah dengan kualitas tinggi. Namun, pemerintah dan regulator diharapkan tetap memantau dinamika pasar untuk menghindari volatilitas berlebih yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi.