LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Komando Angkatan Laut Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa selama serangkaian operasi militer yang ditujukan untuk menekan ancaman di Iran, pasukan Amerika berhasil menghantam lebih dari 11.000 sasaran militer.
Serangan tersebut dilakukan dengan kombinasi pesawat pengebom, drone, dan sistem pertahanan jarak jauh. Menurut pernyataan resmi, target yang diserang meliputi pangkalan udara, depot persenjataan, instalasi radar, serta fasilitas produksi roket dan drone yang diduga dimiliki atau didukung oleh militer Iran.
- Jumlah total sasaran yang berhasil dihancurkan: >11.000
- Jenis senjata yang digunakan: pesawat tempur, drone tak berawak, misil jelajah
- Tujuan utama: mengurangi kemampuan serangan balasan Iran dan menekan kelompok militan yang berafiliasi dengan Tehran
- Durasi operasi: beberapa minggu terakhir
Pejabat militer menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi defensif Amerika Serikat untuk melindungi kepentingan regional dan sekutu-sekutunya, termasuk Israel dan negara-negara Teluk. Mereka menambahkan bahwa serangan ini dilakukan dengan memperhatikan aturan internasional dan menghindari korban sipil sebanyak mungkin.
Sementara itu, pemerintah Iran menolak semua tuduhan tersebut dan menyatakan akan menanggapi dengan tindakan balasan yang proporsional. Pihak berwenang Tehran menuduh bahwa Amerika Serikat berusaha memperluas pengaruhnya di Timur Tengah melalui aksi militer yang agresif.
Komunitas internasional masih memantau perkembangan situasi ini, dengan beberapa negara menyerukan dialog dan de-eskalasi untuk mencegah konflik yang lebih luas.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet