Cara baru mendiagnosis jenis demam lewat keringat tubuh

LintasWarganet.com – 05 Mei 2026 | Penelitian terbaru dari tim ilmuwan di Universitas X mengungkapkan metode inovatif untuk membedakan jenis demam melalui analisis keringat. Metode ini memanfaatkan teknologi biosensor portabel yang dapat mengidentifikasi profil metabolit spesifik yang berubah saat tubuh melawan infeksi.

Secara tradisional, diagnosis demam mengandalkan pengukuran suhu tubuh serta tes darah atau urin untuk menemukan patogen. Namun, prosedur tersebut memerlukan waktu, biaya, serta fasilitas laboratorium yang tidak selalu tersedia di daerah terpencil.

Dengan pendekatan berbasis keringat, pasien cukup menempelkan patch sensor pada kulit selama beberapa menit. Sensor akan mengumpulkan sampel keringat, lalu mengirimkan data ke aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang membandingkan pola metabolit dengan basis data yang berisi ribuan sampel demam viral, bakteri, dan non‑infeksi.

  • Langkah pertama: Penempelan patch pada area pergelangan tangan atau dahi.
  • Langkah kedua: Pengukuran suhu serta pengambilan sampel keringat selama 5–10 menit.
  • Langkah ketiga: Analisis data secara real‑time oleh algoritma AI.
  • Langkah keempat: Hasil diagnosis ditampilkan pada layar smartphone dalam bentuk kategori demam (viral, bakteri, atau lain‑lain).

Keunggulan utama metode ini adalah kecepatan. Hasil dapat diperoleh dalam hitungan menit, jauh lebih cepat dibandingkan tes laboratorium konvensional yang memerlukan beberapa jam hingga hari. Selain itu, proses pengambilan sampel non‑invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga cocok untuk anak-anak dan pasien yang sensitif.

Beberapa tantangan masih harus diatasi, antara lain memastikan akurasi sensor pada kondisi lingkungan yang beragam serta mengembangkan basis data yang cukup representatif untuk semua varian patogen. Peneliti berharap dengan kolaborasi lintas disiplin, teknologi ini dapat diintegrasikan ke dalam program kesehatan masyarakat dalam waktu lima tahun ke depan.