Bus Mini Jadul Jadi Kendaraan Massa Demo BEM UI di Jakarta
Bus Mini Jadul Jadi Kendaraan Massa Demo BEM UI di Jakarta

Bus Mini Jadul Jadi Kendaraan Massa Demo BEM UI di Jakarta

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Jakarta menjadi saksi penampakan unik pada aksi demonstrasi terbaru mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (BEM UI). Sebuah bus mini berusia puluhan tahun, yang biasanya beroperasi sebagai kendaraan umum atau transportasi pribadi, diubah menjadi kendaraan massa demonstran. Bus tersebut dihiasi spanduk-spanduk berwarna cerah yang menyoroti kritik terhadap Undang-Undang Kepolisian (UU Polri) serta menyinggung beberapa tokoh penting yang dianggap berperan dalam kebijakan keamanan.

Penampakan bus mini ini menarik perhatian warganet dan media sosial, karena selain jarang terlihat di jalan raya, kendaraan tersebut kini menjadi simbol kreatifitas mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi. Spanduk yang terpasang menampilkan slogan-slogan seperti “UU Polri Tidak Adil” dan “Kita Butuh Reformasi” serta gambar siluet tokoh-tokoh politik yang menjadi sorotan demonstran.

Berikut beberapa alasan mengapa bus mini dipilih sebagai sarana transportasi massa demo:

  • Ukuran kecil memudahkan manuver di jalan yang macet.
  • Keberadaan spanduk dapat dipasang secara maksimal pada sisi kendaraan.
  • Memberikan kesan nostalgia yang menarik perhatian publik.
  • Mengoptimalkan kapasitas penumpang dibandingkan kendaraan pribadi.

Para penyelenggara demonstrasi menegaskan bahwa aksi ini bersifat damai dan bertujuan menuntut revisi UU Polri yang dianggap mengekang kebebasan berserikat serta mengancam hak asasi mahasiswa. Mereka juga menyerukan dialog terbuka antara pemerintah, kepolisian, dan organisasi kemahasiswaan.

Pihak kepolisian setempat mengimbau peserta demo untuk tetap tenang, menghormati aturan lalu lintas, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Hingga kini belum ada laporan kerusuhan atau penangkapan terkait aksi tersebut.

Penampakan bus mini jadul ini mencerminkan inovasi taktis dalam aksi protes, sekaligus menambah warna baru dalam dinamika politik kampus di Indonesia.