Burhanuddin Tunjuk 14 Kajati Baru, Dari Jawa Barat Hingga Sumatera Utara, Revolusi Mental di Kejaksaan
Burhanuddin Tunjuk 14 Kajati Baru, Dari Jawa Barat Hingga Sumatera Utara, Revolusi Mental di Kejaksaan

Burhanuddin Tunjuk 14 Kajati Baru, Dari Jawa Barat Hingga Sumatera Utara, Revolusi Mental di Kejaksaan

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, pada Rabu, 29 April 2026, melantik 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) baru yang mencakup wilayah dari Jawa Barat hingga Sumatera Utara. Penunjukan ini merupakan bagian dari strategi rotasi, mutasi, dan promosi jabatan yang dijelaskan sebagai “momen sakral” oleh sang Kepala Kejaksaan. Dengan fokus pada integritas, pelayanan publik, dan adaptasi era Revolusi Industri 5.0, langkah ini diharapkan memperkuat kinerja institusi kejaksaan di seluruh nusantara.

Bali: Setiawan Budi Cahyono Resmi Memimpin Kajati Bali

Setiawan Budi Cahyono dilantik sebagai Kajati Bali menggantikan Chatrina Muliana pada upacara yang diselenggarakan di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung. Sebelumnya, Cahyono menjabat sebagai Direktur IV Bidang Intelijen serta Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dalam sambutannya, Jaksa Agung menekankan pentingnya meninggalkan pola kerja lama dan mengadopsi mentalitas Revolusi Industri 5.0.

Sulawesi Tengah: Zullikar Tanjung Angkat Tangan sebagai Kajati Sulteng

Zullikar Tanjung, mantan Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, resmi diangkat menjadi Kajati Sulawesi Tengah, menggantikan Nuzul Rahmat. Pesan khusus Burhanuddin menekankan “integritas di atas target jabatan” serta pentingnya meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna. Pengalaman Zullikar sebagai Wakil Kepala Kajati Sulteng dan Plt. Kajati sebelumnya diharapkan memperkuat kebijakan penegakan hukum di wilayah tersebut.

Sumatera Utara: Muhibuddin Gantikan Harli Siregar

Di Sumatera Utara, Muhibuddin diangkat menjadi Kajati baru menggantikan Harli Siregar. Pelantikan dilaksanakan secara bersamaan dengan serangkaian pelantikan Kajati di seluruh Indonesia. Bersamaan dengan pergantian pimpinan Kajati, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Abdullah Noer Denny, dipromosikan menjadi Direktur IV Bidang Intelijen, sementara Eko Adhyaksono mengambil alih posisi Wakajati Sumut. Burhanuddin menegaskan bahwa pergantian ini merupakan strategi nasional untuk meningkatkan kepemimpinan dan akuntabilitas.

Rotasi Nasional: 14 Kajati Baru dari Jawa Barat hingga Sumatera Utara

Selain tiga provinsi yang tercatat di atas, tujuh provinsi lainnya—termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Papua, dan Nusa Tenggara Barat—juga menerima penunjukan Kajati baru. Setiap penunjukan dilatarbelakangi oleh upaya memperkuat sinergi antar lembaga, meningkatkan responsivitas terhadap kasus kriminal, serta menyiapkan aparat kejaksaan menghadapi tantangan teknologi dan sosial di era digital.

Jaksa Agung Burhanuddin menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan tidak hanya sekadar prosedur administratif, melainkan wujud janji kepada Tuhan, masyarakat, dan negara. “Segera tinggalkan pola kerja lama dalam menghadapi era Revolusi Industri 5.0,” ujar Burhanuddin dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa integritas dan semangat pengabdian harus menjadi landasan utama setiap pejabat kejaksaan.

Dengan penunjukan 14 Kajati baru, diharapkan tercipta standar pelayanan hukum yang lebih konsisten, transparan, dan responsif. Para pejabat yang baru diangkat memiliki rekam jejak kuat dalam bidang intelijen, pidana umum, serta manajemen aset, yang menjadi modal penting dalam mengatasi kompleksitas kasus di wilayah masing-masing.

Secara keseluruhan, gelombang mutasi ini menandai babak baru dalam reformasi institusi kejaksaan. Pemerintah berharap perubahan kepemimpinan dapat menumbuhkan budaya kerja yang inovatif, memperkuat kepercayaan publik, dan menegakkan supremasi hukum secara lebih efektif di seluruh Indonesia.