Bukan Warga Iran, Pasukan AS Malah Tewaskan 3 Pelaut India, New Delhi Kecam Washington
Bukan Warga Iran, Pasukan AS Malah Tewaskan 3 Pelaut India, New Delhi Kecam Washington

Bukan Warga Iran, Pasukan AS Malah Tewaskan 3 Pelaut India, New Delhi Kecam Washington

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Serangan udara yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat di perairan lepas pantai Oman pada 8 Juni 2026 menewaskan tiga pelaut India. Pada awalnya insiden tersebut dilaporkan sebagai hilangnya warga Iran, namun hasil penyelidikan mengonfirmasi bahwa korban yang sebenarnya adalah warga India yang berada di atas kapal kargo milik perusahaan swasta.

Pemerintah New Delhi menanggapi insiden ini dengan kecaman keras. Duta Besar India untuk Amerika Serikat, Mr. Arvind Gupta, menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat “tidak dapat diterima” dan menuntut penjelasan lengkap serta kompensasi bagi keluarga korban. Ia menambahkan bahwa India akan mengevaluasi kembali semua kerjasama keamanan maritim dengan Washington.

Pihak Amerika Serikat, melalui Departemen Pertahanan, menyampaikan permintaan maaf resmi dan menegaskan bahwa target serangan adalah sebuah kapal militer Iran yang diduga terlibat dalam aktivitas bersenjata di wilayah tersebut. Pejabat militer AS menyatakan bahwa tidak ada niat untuk menyerang kapal sipil dan menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh.

Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Teluk, di mana hubungan antara Amerika Serikat, Iran, dan India sudah berada pada titik sensitif. Berikut beberapa poin penting terkait kejadian ini:

  • Lokasi serangan: perairan lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz.
  • Korban: tiga pelaut India, semua warga sipil.
  • Reaksi India: kecaman diplomatik, permintaan kompensasi, peninjauan kembali kerjasama militer dengan AS.
  • Reaksi AS: permintaan maaf, penyelidikan internal, klaim target militer Iran.
  • Dampak geopolitik: potensi penurunan kepercayaan dalam aliansi keamanan maritim antara India dan AS, serta peningkatan ketegangan dengan Iran.

Kejadian ini menegaskan perlunya komunikasi yang lebih akurat dalam operasi militer serta penegakan protokol identifikasi target yang ketat, terutama di zona laut yang strategis dan padat lalu lintas kapal komersial.