LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa kerja sama strategis dengan Korea Selatan kini meluas ke sektor pertahanan, khususnya dalam pengembangan jet tempur generasi berikutnya, KF-21 Boramae.
Program KF-21, yang awalnya dirancang sebagai proyek bersama antara kedua negara, kini menjadi simbol kemitraan industri pertahanan Indo‑Pasifik. Proyek ini melibatkan lebih dari 200 perusahaan Indonesia, termasuk PT Dirgantara Indonesia, yang berperan dalam produksi rangka, sistem avionik, dan komponen struktural.
Beberapa poin penting dari kolaborasi ini antara lain:
- Transfer teknologi tingkat tinggi, memungkinkan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
- Penciptaan lapangan kerja bagi ribuan tenaga ahli di bidang aeronautika.
- Peningkatan kemandirian pertahanan nasional melalui pengoperasian jet tempur buatan bersama.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam sebuah pernyataan menekankan bahwa kerja sama ini tidak sekadar soal penjualan alat militer, melainkan upaya bersama untuk memperkuat stabilitas regional dan mengurangi ketergantungan pada pemasok luar.
Selain itu, Korea Selatan berkomitmen untuk menyediakan dukungan teknis dan pelatihan bagi personel Indonesia, termasuk program pertukaran ilmuwan dan insinyur. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses sertifikasi dan integrasi sistem senjata pada KF-21.
Keberhasilan proyek KF-21 juga membuka peluang bagi kolaborasi di bidang lain, seperti pengembangan sistem pertahanan udara, drone, dan satelit. Kedua negara menargetkan peluncuran versi operasional jet tempur tersebut pada pertengahan dekade berikutnya.
Dengan semakin kuatnya hubungan bilateral, Indonesia dan Korea Selatan menegaskan komitmen jangka panjang untuk memperkuat industri pertahanan regional, sekaligus menegakkan keamanan dan perdamaian di kawasan Indo‑Pasifik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet