BRIN Sukses Kembangkan Padi Biosalin, Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Cuaca Ekstrem

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan keberhasilan tim penelitinya dalam mengembangkan varietas padi baru yang dinamakan ‘padi biosalin‘. Varietas ini dirancang khusus untuk bertahan pada kondisi cuaca ekstrem, termasuk salinitas tinggi, banjir, dan kekeringan yang semakin sering melanda wilayah pesisir Indonesia.

Pengujian laboratorium dan lapangan yang dilakukan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menunjukkan bahwa padi biosalin mampu menghasilkan panen hingga 70% lebih tinggi dibandingkan padi konvensional pada tanah dengan kadar garam hingga 6 dS/m. Tanaman ini juga menunjukkan ketahanan terhadap fluktuasi suhu antara 20°C hingga 38°C, sehingga cocok untuk menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu.

Proses pengembangan melibatkan teknik rekayasa genetik serta pemilihan alami (marker‑assisted selection). Tim BRIN memanfaatkan gen yang ditemukan pada padi liar yang tumbuh di daerah paya dan pesisir, kemudian mengintegrasikannya ke dalam genom padi unggulan yang sudah dikenal memiliki produktivitas tinggi.

  • Keunggulan utama: toleransi tinggi terhadap salinitas, kemampuan beradaptasi pada kondisi banjir dan kekeringan, serta peningkatan hasil gabah.
  • Manfaat bagi petani: mengurangi risiko gagal panen, menurunkan biaya irigasi, dan membuka peluang diversifikasi lahan.
  • Implikasi nasional: memperkuat ketahanan pangan, khususnya di daerah rawan intrusi laut dan perubahan iklim.

Selain meningkatkan produksi, padi biosalin juga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada lahan pertanian konvensional, sehingga memungkinkan rotasi tanaman yang lebih berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan paket insentif, termasuk penyuluhan teknis dan subsidi benih, untuk mempercepat adopsi teknologi ini.

Dengan keberhasilan ini, BRIN menegaskan kembali perannya sebagai motor penggerak inovasi ilmiah yang mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Padi biosalin diproyeksikan dapat menambah lebih dari 2 juta ton beras per tahun pada 2030, memberikan kontribusi signifikan terhadap target swasembada pangan Indonesia.