LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Direktur Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan rencana penangguhan operasional Dapur SPPG (Susu Pengganti Gizi) yang belum berhasil memenuhi target penerima program 3B dalam jangka waktu yang ditetapkan. Keputusan ini diambil untuk menegakkan akuntabilitas dan memastikan bahwa seluruh pelaksana program tetap fokus pada tujuan utama, yaitu meningkatkan status gizi masyarakat serta menurunkan angka stunting di Indonesia.
Program 3B menargetkan tiga kelompok rentan, yaitu ibu hamil, balita, dan anak prasekolah, dengan tujuan menyediakan susu dan makanan tambahan bergizi secara teratur. Setiap Dapur SPPG diharapkan dapat menyalurkan bantuan kepada jumlah sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan.
Berikut adalah kriteria dan tahapan yang akan diterapkan BGN dalam proses suspend:
- Evaluasi Kinerja: Setiap Dapur SPPG akan dievaluasi berdasarkan capaian realisasi penerima dibandingkan dengan target yang telah disepakati.
- Batas Waktu: BGN memberikan masa tenggang tiga bulan sejak akhir tahun anggaran untuk memperbaiki kinerja yang masih di bawah standar.
- Peringatan Tertulis: Dapur yang belum memenuhi target akan menerima peringatan resmi beserta rekomendasi perbaikan.
- Penangguhan Operasional: Jika dalam batas waktu yang diberikan tidak ada peningkatan signifikan, BGN akan menangguhkan aktivitas Dapur tersebut sampai ada perbaikan substansial.
Penangguhan ini tidak bersifat permanen; Dapur yang berhasil memperbaiki kinerja akan dapat mengajukan permohonan reaktivasi dengan melampirkan laporan audit dan rencana aksi yang jelas.
Reaksi dari pihak pelaksana beragam. Sebagian menyambut keputusan ini sebagai dorongan untuk meningkatkan efisiensi distribusi, sementara yang lain mengkhawatirkan dampak langsung terhadap penerima manfaat di wilayah yang terdampak. Ahli gizi menilai bahwa langkah tegas seperti ini dapat mempercepat pencapaian target nasional dalam menurunkan stunting, asalkan diikuti dengan dukungan teknis dan pendanaan yang memadai.
BGN menegaskan komitmen untuk terus memantau pelaksanaan program 3B secara intensif dan siap memberikan bantuan teknis bagi Dapur SPPG yang masih berjuang mencapai target. Diharapkan, dengan mekanisme pengawasan yang lebih ketat, program SPPG dapat kembali beroperasi secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan gizi anak Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet